Jarang disadari, Ternyata ini Sebab Hati Tak Tenang Menurut Gus Baha: Kuncinya Cuma Ini

inNalar.com – Bergaul dengan banyak kalangan adalah kegiatan yang positif dan memberikan banyak manfaat.

Tapi apa jadinya jika ternyata banyak bergaul khususnya pada orang orang yang lebih tinggi bisa membuat hati tak tenang.

Gus Baha menceritakan seseorang yang awalnya memiliki mobil kijang tua bahagia, karena kenal pak wahid naik mobil camry langsung gelisah hatinya.

Baca Juga: Pasang Tarif Rp 0, Pintu Tol Pasuruan-Probolinggo Seksi 4A di Jawa Timur Ini Hanya Dibuka Selama 2 Minggu?

“Bergaul dengan seseorang memang harus dibatasi “, ungkap Gus Baha

لا تمدن عينيك إلى ما متعنا به

kamu jangan sering sering melihat orang lain yang mungkin secara lahir mendapat nikmat yang lebih tinggi dibanding anda

Karena, jika tidak bisa menjaga hati akan muncul penyakit hasud atau yang paling kecil tidak bersyukur.

Baca Juga: Prabowo dan Erick Thohir Kompak Ramaikan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Amanat Nasional

Misalnya pejabat, wudhu saja sudah dibawakan handuknya. Naik mobil saja ada yang bantu menaikkan.

Kalau hatinya tidak kuat pasti bergumam dalam hati “wah enak sekali menjadi pejabat”.

Batasilah pandangan anda , janganlah melihat sesuatu yang menjadikan anda berpotensi tidak bersyukur.

Baca Juga: Intip Daftar Peringatan Hari Besar Nasional hingga Internasional Sepanjang September 2023, Ada Libur Panjang?

Kebalikannya , Kunci Nikmat itu hanya satu, yaitu jangan melihat nikmat orang lain.

“Orang faqir kok disuruh ke mall, yo ngenes. Sudah pada naik alphard , istrinya cantik cantik. Beli barang mahal, ” kata Gus Baha

Jadi kunci tidak bahagia itu melihat nikmat orang lain

Maka dari itu Rasullullah SAW diberi nasehat oleh Allah SWT dalam surat at Thaha ayat 131 yang artinya

Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) kesenangan dunia agar Kami uji mereka dengan itu.

Gus Baha menyampaikan di akhir ceramahnya , intinya jika kamu melihat nikmat orang lain pasti itu akan menjadi fitnah.***

 

 

Rekomendasi