Kolektor Wajib Kepo, Ini Dia 4 Faktor yang Bikin Harga Uang Kuno Auto Jadi Mahal


inNalar.com –
Biasanya kita menilai uang kuno dengan penilaian bahwa semakin tua uang tersebut, maka, harga jualnya nya semakin mahal. Begitu, bukan?

Eits, tetapi ternyata bukan seperti itu yang mempengaruhi nilai uang kuno. Sebenarnya untuk melihat seberapa mahal duit jadul tersebut dapat dilihat dari berbagai faktor.

Faktor apa saja sih yang mempengaruhi uang kuno tersebut bisa semakin bernilai mahal dan berharga? Para kolektor wajib kepoin 4 poin berikut dulu ya supaya rezekinya makin ngalir!

Baca Juga: Naikkan Pajak PPN 12 Persen, Menkeu Sri Mulyani Sebut Indonesia Perlu Tiru Keberhasilan Finlandia

1. Kelangkaan

Ada beberapa uang lama yang peredaranya terbatas, atau dengan kata lain uang tersebut memiliki waktu yang hanya sebentar saja peredarannya kemudian langsung ditarik kembali oleh Bank Indonesia.

Contoh uang yang peredarannya sebentar itu seperti uang seri binatang 10 rupiah tahun 1957.

Uang pecahan ini hanya beredar beberapa hari saja dan setelahnya langsung ditarik kembali oleh Bank Indonesia.

Baca Juga: 4 Jam dari Semarang! Desa Tutup di Jawa Tengah Ini Sering Bikin Orang Awam Gagal Paham

Harga uang yang peredarannya hanya sebentar tersebut harga jualnya lebih tinggi dibanding uang lainnya.

Makin sebentar masa edarnya tentu yang memiliki uang tersebut bakal semakin sedikit, bukan? Nah, dengan kata lain, faktor kelangkaan ini menjadi salah satu penyebab uang kuno tersebut  harganya bisa melambung tingggi alias makin mahal.

2. Kondisi

Faktor kedua adalah kondisi uang yang tergantung pada penilaian atau grading uang tersebut. Grade uang dinilai dari UNC hingga poor.

Baca Juga: Mengenal Paper Money Guaranty, Seberapa Besar Pengaruhnya untuk Uang Kuno?

Dari grade UNC hingga poor memiliki harga yang berbeda-beda setiap tingkatannya. Semakin perfect kualitas uangnya, maka tentunya harga jual bakal semakin menanjak mahal.

Sebaliknya, semakin jelek kualitas uang, maka harganya pun bakal semakin menurun.

3. Tempat, waktu, dan jumlah pembelian

Uang kuno yang dijual pada saat pelelangan dan pameran besar biasanya memiliki nilai jual yang lebih mahal dibanding yang dijual di tempat biasanya.

Baca Juga: Tutorial untuk Kolektor Pemula, Begini Cara Grading Uang Kuno di Lembaga NGC

Hal ini karena waktu, dan tempat mempengaruhi harga jual uang kuno.

Kemudian, terdapat juga jumlah pembelian uang kuno yang memiliki faktor penentu harga uang tersebut melambung atau tidak.

4. Variasi

Terdapat berbagai variasi uang kuno, diantaranya adalah sebagai berikut.

Spesimen, lebih mudahnya uang spesimen bisa dinilai sebagai berikut.

Semakin umum mata uang yang beredar, maka, uang dengan variasi spesimen tersebut semakin meninggi.

Sebaliknya, semakin langka atau jarang uang yang beredar, maka, uang dengan variasi spesimen tersebut semakin murah.

Nomer cantik, uang dengan nomor cantik biasanya memiliki angka yang kembar semua, atau mempunyai angka yang membentuk tanggal lahir kemerdekaan.

Abjad unik atau prefik, uang dengan abjad unik atau prefik biasanya memiliki nomor seri yang berabjad membentuk kata tertentu.

Misalnya pada uang seri Cut Mutia, pada nomor serinya membentuk kata “IBU”

Uang kuno dengan memiliki variasi-variasi di atas biasanya memiliki harga jual yang cukup tinggi karena dinilai unik dan jarang ditemui.

Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya nilai mata uang kuno, setelah membaca penjelasan di atas apakah kalian tertarik untuk membelinya? ***