7 Ciri-ciri yang Menandakan Kamu Mempunyai IQ Tinggi, Salah Satunya adalah Memilki Hewan Peliharaan

inNalar.com – Kecerdasan tidak hanya diukur dengan Intelligence Quotient (IQ). Tes IQ hanya mengukur keterampilan tertentu seperti memori, pemecahan masalah, dan pengetahuan dasar suatu masalah.

Nilai yang rendah belum tentu menunjukkan kecerdasan yang buruk. Kecerdasan juga dapat ditandai dengan kemampuan mengendalikan emosi, sehingga seseorang dapat selalu bersikap baik terhadap dirinya sendiri dan orang lain.

Pengendalian emosi yang baik juga membantu seseorang untuk tidak mudah kehilangan kendali dan orang yang terlahir cerdas tidak hanya dinilai dari IQ-nya tetapi juga dari pemikiran dan perilakunya.

Baca Juga: Berikut 5 Daerah Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Provinsi Jambi, Juaranya Bukan Batang Hari, Tapi Ini…

Para peneliti di seluruh dunia sering kali mengungkap ciri-ciri unik yang biasa dilakukan oleh orang-orang ber-IQ tinggi.

Berikut 7 ciri-ciri unik yang dimilki oleh orang-orang ber-IQ tinggi.

1. Memiliki empati
Kunci kecerdasan emosional adalah memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat dan produktif.

Baca Juga: 5 Cara Mengatur Keuangan ala Gen Z agar Kehidupan Masa Depan Terjamin dan Segera Bebas Finansial

Orang yang sangat intelektual sering kali sadar akan apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain. Empati juga menandakan aspek yang lebih dalam dalam menerima pengalaman orang lain.

2. Happiness in Alone
Orang dengan IQ tibggi lebih suka menghabiskan waktu sendirian. Mereka akan terkesan tidak nyaman jika berada ditengah-tengah kerumunan banyak ornag aatu ditempat-tempai ramai.

Menurut mereka sendiri adalah hal yang menyenangkan dan menenangkan, mereka dapat lebih berekspresi pada dirinya snediri dalam kesendirian.

Baca Juga: Borobudur Kalah? Inilah Candi Terbesar di Asia Tenggara yang Berada di Provinsi Jambi, Ada Sejak Abad ke-7

3. Mengenal diri sendiri
Pengetahuan diri meliputi pengetahuan tentang nilai-nilai pribadi, tujuan hidup, potensi dan lain-lain.

Seseorang yang benar-benar memahami dirinya dapat dikatakan sangat cerdas karena merasa nyaman dengan dirinya sendiri, mengetahui di mana letak kemampuannya, dan percaya diri mengambil keputusan yang mencerminkan nilai-nilainya.

4. Mampu menghadapi tantangan
Salah satu komponen kunci kecerdasan adalah kemampuan beradaptasi. Sehingga seseorang dapat beradaptasi dengan situasi yang dinamis.

Faktanya, ketahanan juga berkaitan dengan ketahanan dalam mengatasi kesulitan. Tipe sifat ini menekankan kecerdasan, terutama ketika merespons kesulitan dengan humor.

5. Cenderungan Cemas
Kecemasan merupakan sikap dasar ketika kita bersiap menghadapi kemungkinan buruk. Meski belum bisa dikatakan bagus, namun bisa menunjukkan kecerdasan yang unggul.

Namun, sebuah penelitian kecil pada tahun 2011 juga menunjukkan bahwa orang dengan IQ tinggi memiliki dua pilihan, banyak khawatir atau sangat jarang merasa cemas.

Penjelasannya adalah bahwa orang dengan IQ tinggi jarangkhawatir tentang pemahaman bahwa apa yang mereka ketahui tidak mungkin terjadi. Mereka juga dapat yakin bahwa mereka dapat mengatasi tantangan apa pun.

Meskipun orang dengan IQ tinggi sering kali sangat khawatir, mereka mungkin memiliki banyak pengetahuan tentang potensi risiko dan ingin bersiap menghadapi setiap kemungkinan situasi.

Kekhawatiran mereka juga mencakup perencanaan untuk menghindari masalah yang mungkin timbul.

6. Cenderungan Berantakan
Kebiasaan lainnya adalah cenderung berantakan. Menurut para peneliti di University of Minnesota, orang-orang yang tinggal di lingkungan yang berantakan mempunyai ide-ide yang lebih kreatif dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan yang rapi.

Sementara itu, Profesor Robert J. Stenberg dari Cornell berpendapat bahwa kecerdasan adalah kemampuan belajar dari pengalaman.

Selain itu, mereka memahami dan memanipulasi konsep-konsep abstrak, dan menggunakan pengetahuannya untuk memahami lingkungan sekitarnya.

7. Mempunyai Hewan Peliharaan
Sebuah penelitian pada tahun 2017 menemukan bahwa orang yang menggambarkan diri mereka sebagai “manusia kucing” memiliki skor lebih tinggi dalam bidang ketahanan, abstraksi, dan kecerdasan umum.

Di sisi lain, “pemilik anjing” mendapat skor lebih tinggi karena sikapnya yang hangat, interaksi sosial, dan sifatnya yang suka bermain.

Meskipun hasil penelitian ini tidak meyakinkan, hasil tersebut mungkin menunjukkan keterampilan kemampuan unik seseorang dalam memilih hewan peliharaannya.

Memiliki hewan peliharaan dapat membantu orang dengan regulasi emosi yang buruk. Selain itu, pengelolaan emosi yang baik merupakan tanda kecerdasan emosional. ***

Rekomendasi