

inNalar.com – Bukan hanya di Jakarta saja, Riau juga sudah pernah membuat hujan buatan.
Riau membuat hujan buatan dengan menggunakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Tempat untuk beroperasinya hujan buatan tepatnya di Desa Penyagun, Kecamatan Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu.
Operasi hujan buatan ini dilakukan tiga kali yaitu operasi pertama pada bulan Mei dengan waktu yang dihabiskan sekitar 11 hari.
Operasi kedua pada bulan Mei-Juni dengan waktu yang dihabiskan sekitar 12 hari, dan operasi ketiga pada bulan Agustus dengan waktu yang dihabiskan 12 hari.
Operasi hujan buatan ini menyiapkan garam sebanyak 15 ton yang akan ditaburkan kepada awan yang berpotensi hujan.
Riau telah menghabiskan sekitar 7,1 ton NaCl dengan menggunakan pesawat TNI AU yang berposko di Lanud Roesman Nurjadin.
Dukungan juga diberikan oleh Lanud Roesman Nurjadin yaitu berupa pesawat NC212i TNI Angkatan Udara yang dipasangkan peralatan khusus untuk bisa dioperasikan secara intensif.
Lanud juga bertanggung jawab ketersedian bahan bakar minyak dan air yang esensial untuk kelancaran operasi ini agar pesawat juga beroperasi tanpa hambatan apapun.
Tujuan Riau membuat hujan buatan tak lain adalah untuk mengurangi pencemaran kabut asap kebakaran hutan atau karhutla disana.
Baca Juga: 4 Kali Kebakaran! Inilah Kronologi Gunung Ciremai yang Menjadi Amukan Si Jago Merah Berulang-ulang
Operasi yang dilakukan dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau saat itu sangatlah efektif dan bisa dijinakan.
Pada tahun 2021 Hujan buatan di Riau berhasil turun dengan menaikan volume curah hujan di lokasi sekaligus menaikan tinggi muka air gambut.
Curah hujan yang naik sekitar 47,2 persen dari curah hujan historis dan 64,4 persen dari curah hujan prediksi BMKG.
Hujan buatan Riau pada tahun 2021 sama menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan bertujuan untuk mempertahankan kebasahan gambut sehingga menekan potensi karhutla di area-area yang rawan.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Sunter Jakarta Utara, Satu Keluarga Tewas Akibat Kejadian Ini. Apa Penyebabnya?
Upaya untuk bisa melakukan upaya operasi hujan buatan pastinya dibarengi dengan upaya upaya patrol, peningkatan peran Masyarakat Peduli api (API), peningkatan ekonomi warga, dan lainnya. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi