

inNalar.com – Selain Bandara Internasional Juwata, rupanya Kalimantan Utara juga memiliki bandar udara lain yang bertaraf internasional.
Sayangnya, pembangunan bandara bertaraf internasional di Kalimantan Utara rupanya tidak selalu menuaikan hasil baik.
Hal tersebut terlihat dari pembangunan bandara di Nunukan yang memiliki terminal tidak terawat.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, Bandara Internasional Nunukan merupakan bandara yang berjarak 1 kilometer dari pusat kota.
Dibangun pada tahun 2013, bandara ini dirancang agar dapat disinggahi oleh pesawat yang berperawakan besar.
Selain itu, Bandara Nunukan juga difungsikan sebagai bandar udara yang menerima penerbangan internasional.
Baca Juga: Inilah Waduk Terbaik se-Indonesia di Yogyakarta, Ternyata Punya Kisah Mistis Seperti Ini…
Hal ini dilakukan karena Kalimantan Utara dekat jaraknya dan berbatasan langsung dengan Malaysia.
Oleh sebab itu, pembangunan bandara bertaraf internasional terus dikembangkan oleh pemerintah Kalimantan Utara di daerah perbatasan.
Namun, hal tersebut rupanya merupakan rencana yang tidak bisa terealisasikan dengan baik.
Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara, terutama Nunukan yang tidak mampu membiayai perawatan bandara.
Diketahui, terminal Bandara Nunukan sempat terlantar dan terkesan kumuh meski telah bertaraf internasional.
Penampilan tersebut dikarenakan oleh cat luntur mengelupas, di mana anggaran untuk mengecat saja dapat menghabiskan Rp100 juta.
Alasan tersebutlah yang membuat perawatan bandara internasional berlandas pacu 1.800 x 30 meter di Kalimantan Utara ini terlihat tak terawat.
Namun, demi memulihkan perekonomian Kalimantan Utara, pemerintah berinisiatif untuk mewujudkan program padat karya.
Dalam program ini, pemerintah telah menghabiskan kurang lebih anggaran sebesar Rp 239,5 miliar pada tahun 2021.
Dengan adanya program padat karya, Bandara Internasional Nunukan mendapatkan pegawai baru serta perawatan yang lebih baik.
Hal ini menjadikan bandar udara di perbatasan Kalimantan Utara tersebut memiliki penampilan yang layak sebagaimana bandara internasional seharusnya.
Saat ini, Bandara Internasional Nunukan sendiri melayani penerbangan domestik dan juga luar negeri.
Tujuan penerbangan domestik berkisar pada Binuang, Long Bawan, Malinau, dan Tarakan, sedangkan untuk internasional berdestinasi ke Tawau, Malaysia.
Dengan pembenahan Bandara Internasional Nunukan ini, diharapkan dapat membantu untuk memulihkan ekonomi perbatasan Kalimantan Utara.***