

inNalar.com – Pembangunan jalan layang menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tingkat kemacetan, begitu pula di Jawa Timur.
Beberapa titik di Kota Malang, Jawa Timur kerap mengalami kemacetan, itulah mengapa dibangun sebuah jembatan layang atau flyover.
Infrastruktur flyover Kedungkandang, jalan layang yang dibangun sejak tahun 2012 ini mangkrak selama 8 tahun hingga akhirnya dilanjutkan pada tahun 2020.
Pada tahun 2012 hingga tahun 2013, proyek pembangunan flyover di Malang, Jawa Timur hanya sampai tahap pembebasan lahan serta pemasangan besi penyangga.
Meskipun sempat mangkrak selama 8 tahun, akhirnya Flyover Kedungkandang diresmikan pada tahun 2020 kemarin oleh Wali Kota Malang.
Diketahui bahwa jembatan layang yang sempat mangkrak selama 8 tahun ini menghubungkan wilayah Kedungkandang dan Boring di Jawa Timur.
Tujuan utama dibangunnya flyover di kawasan Kedungkandang, Malang, Jawa Timur ini tentunya untuk mengurangi kemacetan.
Titik yang terdampak baik akibat adanya Flyover Kedungkandang adalah Jalan Ki Ageng Gribig di Kota Malang.
Tidak hanya itu, kemacetan di wilayah Jalan Muharto serta Jalan Mayjen Sungkono juga mulai terurai akibat adanya flyover.
Baca Juga: Menuju Gelaran Piala Dunia U-17, Jakpro Gerak Cepat Perbaiki Rumput JIS Sesuai Rekomendasi FIFA
Diketahui bahwa Flyover Kedungkandang di Jawa Timur ini terbentang sepanjang 320 meter dengan lebarnya mencapai 14 meter.
Flyover di Jawa Timur dengan panjang mencapai 320 meter ini memberikan dampak yang baik bagi area di sekitarnya.
Untuk melanjutkan pembangunan Flyover Kedungkandang yang sempat mangkrak selama 8 tahun, dibutuhkan dana yang cukup besar.
Dana yang dikeluarkan untuk merampungkan pembangunan flyover sepanjang 320 meter di Malang ini mencapai Rp 51,6 miliar.
Dana sebanyak Rp 51,6 miliar untuk pembangunan Flyover Kedungkandang di Malang, Jawa Timur ini berasal dari APBD.
Tidak hanya mengurai kemacetan, kehadiran flyover di Malang, Jawa Timur ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian.***