

inNalar.com – Sebuah gunung seringkali menyembunyikan banyak misteri atau legenda.
Salah satu gunung di Jawa Timur ini juga menyimpan banyak misteri dan cerita menarik.
Gunung ini tak lain adalah Gunung Kawi yang terletak di Kabupaten Malang, provinsi Jawa Timur, dan merupakan situs suci dan bersejarah.
Gunung Kawi merupakan gunung berapi yang tidak aktif, namun tidak ada catatan sejarah kapan meletus.
Banyak orang yang menjadikan gunung ini sebagai tempat pemujaan dan memohon restu kepada nenek moyangnya.
Karena Gunung Kawi diyakini dulunya merupakan tempat suci dan tidak semua orang bisa datang ke sini.
Baca Juga: Penyakit Aritmia Mengakibatkan Kematian? Begini Jenis dan Resiko Penyakit Bagi Para Pasien
Menurut cerita, ada seorang bernama Mpu Sindok, yaitu raja kerajaan Mataram kuno, yang membangun sebuah istana di Gunung Kawi.
Meski disebut keraton, konon bangunan yang dibangun oleh Mpu Sindok ini tidak memiliki bentuk yang megah karena fungsinya sebagai tempat berlindung.
Dilansir dari video di channel YouTube Borin Vlog pada 6 Agustus 2023, berikut kisah Gunung Kawi dan berbagai misteri di dalamnya.
Menurut prasasti di puncak Gunung Kawi, istana ini dibangun pada tahun 861 M.
Bangunan istana ini dibangun oleh Mpu Sindok akibat konflik yang memaksanya pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Setelah Mpu Sindok pindah ke Jawa Timur, ia segera membangun istana di Gunung Kawi.
Mpu Sindok membangun istana ini dengan menanam 5 pohon beringin, di tengahnya terdapat gunung batu.
Memang tidak terlihat seperti istana pada umumnya yang berbentuk rumah megah, deretan 5 pohon beringin yang di tengahnya terdapat batu gunung yang merupakan istana milik Mpu Sindok.
Konon, istana milik Mpu Sindok ini dibangun pada masa Dinasti Syailendra, terutama setelah Candi Borobudur selesai dibangun.
Tempat ini lama sekali digunakan Mpu Sindok untuk bermeditasi, hingga tubuh “Moksa” miliknya lenyap.
Sepeninggal Mpu Sindok, tempat ini diberi nama Sanggar Pamujaan Gunung Kawi atau Petilasan Mpu Sindok.
Tak heran jika raja-raja besar tanah Jawa pun memilih Gunung Kawi sebagai tempat meditasi.
Diantaranya adalah Raja Kerajaan Kediri bernama Prabu Kameswara yang memilih meninggalkan tahtanya dan menjadi seorang pertapa di Gunung Kawi.***