

inNalar.com – Indonesia memang terkenal memiliki banyak kerajaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kerajaan-kerajaan tersebut umumnya sudah berdiri bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Tentunya, tidak semua kerajaan di Indonesia memiliki kepercayaan yang sama.
Baca Juga: Berikut 5 Daftar Lokasi Bank Sampah di Jawa Barat, Udah Setor Belum? Bisa Jadi Cuan Loh
Karena pengaruh dari tokoh utama agama yang berbeda, tentunya hanya beberapa saja kerajaan yang memiliki agama yang sama.
Di Sumatera, ada Kerajaan Samudra Pasai yang memiliki corak agama Islam.
Selain itu, kerajaan islam lainnya adalah Kerajaan Tulang Bawang.
Baca Juga: Mangkrak Selama 15 Tahun Lamanya, Proyek Jembatan Rp 19 Miliar di Kalimantan Barat Ini Akhirnya….
Kerajaan ini memang tidak seterkenal Kerajaan Samudra Pasai, namun, Kerajaan Tulang Bawang adalah yang tertua di Lampung.
Kerajaan Tulang Bawang sudah ada sejak abad ke-4 masehi.
Sampai saat ini, masih belum diketahui pasti dimana letak Kerajaan Tulang Bawang berada.
Namun, pusat Kerajaan Tulang Bawang diperkirakan berada di sekitar Pedada di dekat Muara Way Tulang Bawang.
Tempat lain yang juga diperkirakan menjadi pusat Kerajaan Tulang Bawang adalah di sekitar Pagardewa, Lampung Barat.
Kerajaan Tulang Bawang diperkirakan memasuki masa emasnya pada abad ke-7.
Tahun tersebut adalah tahun yang sama dengan berdirinya Kerajaan Sriwijaya.
Lalu, pada saat Belanda masuk ke Indonesia, perekonomian Kerajaan Tulang Bawang juga melambung pesat.
Pada saat itu, Menggala, ibu kota Kerajaan Tulang Bawang, memiliki komoditas khusus yang sangat disukai oleh pihak Belanda.
Komoditas tersebut adalah lada hitam. Selain itu, harga lada hitam dari Manggala juga jauh lebih murah dibanding harga dari Bandar Banten.
VOC pun melakukan perdagangan lada hitam dan hasil bumi lainnya dengan penduduk Menggala.
Namun, meskipun laju perekenomian Kerajaan Tulang Bawang sangat pesat, ketentuan yang VOC berikan kepada mereka sangat memberatkan.
Untuk menyelesaikan masalah ini, para petinggi Kerajaan Tulang Bawang membentuk pemerintahan kecil untuk rakyatnya.
Pemimpin dari pemerintahan tersebut kemudian membuat marga mereka masing-masing.
Marga-marga tersebut adalah Buay Tegamoan, Umpu, Bulan, dan yang terakhir adalah Buay Aji.
Dengan sistem tersebut, Kerajaan Tulang Bawang berusaha untuk mengusir VOC dari wilayah mereka.
Namun sayang, usaha pengusiran tersebut gagal.
Kemudian, pada saat Indonesia merdeka, Kerajaan Tulang Bawang memutuskan untuk bergabung dengan Indonesia dan menjadi kabupaten.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi