

inNalar.com – Sekarang Indonesia memiliki banyak infrastruktur jembatan yang sangat besar dan fantastis.
Tapi, pada puluhan tahun yang lalu Indonesia juga pernah membangun jembatan terpendek yang ukurannya kurang dari 200 meter.
Jembatan itu bernama Jembatan Raja Kecik atau bisa disebut juga dengan Jembatan Raja Kecil.
Infrastruktur ini dibangun pada era pemerintahan Presiden ke-3 yaitu BJ Habibie.
Jembatan Raja Kecik ini termasuk kedalam pembangunan Jembatan Barelang yang menghubungkan antara Batam, Rempang, dan Galang.
Panjang dari Jembatan Kecik ini hanya 180 meter dengan lebar 18 meter.
BJ Habibie selaku orang yang terlibat dengan bangunan ini memberi ide agar jembatan ini dibangun jalan lurus sepanjang 3 kilometer untuk menjadi pendaratan darurat.
Ide menarik ini merupakan ide BJ Habibie yang sangat terinspirasi dari strategi militer Korea Selatan.
Jembatan Raja Kecik juga dibangun untuk menjadi area penurunan pesawat jika mengalami keadaan darurat.
Alasan itu melibatkan Kota Batam sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Selain itu, nama jembatan ini diambil dari nama salah satu Sultan di Riau yang pernah berkuasa selama 1.500-1800 san.
Sultan itu adalah Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I seorang Raja Kecik atau Raja Kecil dari Pagaruyungan yang mendirikan Kesultanan Siak Sri Inderapura.
Jembatan Raja Kecik ini menghubungkan antara Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.
Waktu yang dihabiskan untuk membangun jembatan ini sekitar 820 hari dengan selesai pada tanggal 15 November 1996.
Kontraktor yang membangun Jembatan Raja Kecik ini dari PT. Bangun Cipta Kontraktor dan Subkontraktor PT. VSL Indonesia.
Selain itu, kerja sama antara Manajemen PT. Profescipta Wahana Teknik, 6-8 Insinyur, 14-22 pekerja, dan 150 -170 pekerja sangat afektif dan membuahkan hasil yang sangat memuaskan.***