Prasasti Seberat 3,5 Ton di Skotlandia yang Berasal dari Malang Jawa Timur akan Dipulangkan, Begini Ceritanya

inNalar.com – Pada tahun 1812, Prasasti Sangguran merupakan peninggalan kerajaan Mataram kuno yang dibawa oleh Kolonel Colin Mackenzie kepada Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, untuk dipersembahkan kepada Gubernur Jenderal Inggris di India Lord Minto, pada tahun 1812.

Prasasti tersebut sekarang berada di istana keluarga Lord Minto di Roxburghshire, Skotlandia.

Di sana, peninggalan sejarah asli Indonesia dikenal dengan nama Batu Minto.

Dilansir dari Kominfo.jatimprov.go.id Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, berencana merepatriasi atau memulangkannya ke tanah air.

Baca Juga: Diduga Sudah Ada Sejak Abad 10 Masehi, Candi Tertua di Kota Batu Malang Ini Menyimpan Banyak Sejarah Lampau

Menurut Khofifah, prasasti yang ditemukan pertama kali di sekitar Malang ini memiliki nilai sejarah bagi Indonesia.

Sebenarnya upaya repatriasi telah dilakukan sejak tahun 2004 namun sejauh ini belum berhasil.

Awalnya prasasti ini ditemukan di Ngandat, wilayah Malang, wilayah Ngandat sekarang desa Mojorejo, kecamatan Junrejo, kota Batu, Jawa Timur.

Prasasti Sangguran dianggap sebagai budaya lokal Skotlandia, meski berasal dari Jawa Timur.

Untuk itu, ia berupaya melakukan tindakan yang lebih berskala agar prasasti tersebut bisa dikembalikan ke Jatim.

Artefak kuno dan benda bersejarah, termasuk Prasasti Sangguran yang mempunyai nilai cukup besar, hendaknya dikembalikan kepada sumbernya.

Baca Juga: Pecinta Durian Wajib Merapat! Inilah 5 Daerah Penghasil Durian Terbesar di Jawa Timur, Juaranya Bukan Malang

Karena dapat dijadikan referensi pembelajaran dalam bidang pendidikan, kebudayaan, penelitian dan pariwisata.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, sudah bertemu dengan keturunan Lord Minto yang kini menjabat sebagai Biro Reformasi Regulasi di Inggris.

Untuk mengetahui lokasi Batu Minto, ia dibantu oleh Earl of Minto atau bernama asli Gilbert Timothy George Lariston Elliot-Murray-Kynynmound.

Prasasti ini terakhir kali dipindahkan sekitar 15 tahun yang lalu, namun masih menjadi milik perkebunan Minto.

Saat ini prasasti Minto sudah dilengkapi dengan alumunium agar pondasinya lebih kuat.

Untuk melanjutkan upaya repatriasi, Khofifah diundang masyarakat Indonesia di Inggris untuk menghadiri acara bertajuk Inscriptions on the Move: Prasasti, Repatriation, and Collaboration between Indonesia and Britain pada 18-19 September 2023.

Baca Juga: Gunung Kawi di Malang Jawa Timur Menyimpan Cerita Raja Mataram Kuno Mpu Sindok, Siapa Sosoknya Itu?

Prasasti Sangguran berukuran tinggi 1,61 meter, lebar 1,22 meter, tebal 32 sentimeter, dan berat sekitar 3,5 ton.

Ukurannya yang cukup besar, dan isi teks ini sangat panjang.

Bagian depan terukir 38 garis, bagian belakang 45 garis, dan sisi kiri 15 garis.

Dua baris pertama prasasti Sanggurah ditulis dalam bahasa Sansekerta.

Sedangkan bagian lainnya menggunakan bahasa Jawa Kuno.***

Rekomendasi