Telan Dana Hingga Rp 14,2 Triliun, Tol di Yogyakarta Ini Bakal Menembus Perut Perbukitan, Gimana Caranya?

inNalar.com – Pemerintah semakin gencar dalam melakukan pembangunan infarstruktur di daerah-daerah terutama proyek jalan tol dan salah satunya ada di Yogyakarta.

Kini masih dalam tahap pembangunan, Tol Yogyakarta-Bawen ini mulai dilakukan konstruksi pada tahun 2022 lalu.

Membentang sepanjang 75,82 Km, Tol Yogyakarta-Bawen ini telah memasuki seksi ke-6 pada awal tahun 2023 ini.

Pembangunan tol Yogyakarta-Bawen ini ditaergetkan rampung di seksi 1 hingga 5 pada akhir tahun 2023 ini.

Kemudian, seksi 6 Tol Yogyakarta-Bawen ditargetkan akan rampung pada November 2024 mendatang.

Baca Juga: Jalan Tol dengan Panjang 64,5 KM Penghubung Indralaya-Prabumulih Telah Beroperasi Secara Gratis!

Adanya tol Yogyakarta-Bawen ini nantinya diharapkan akan meningkatkan konektivitas di DIY Yogyakarta dengan daerah di Jawa Tengah.

Seperti beberapa tol lainnya, Tol Yogyakarta-Bawen ini akan melewati sebuah perbukitan.

Tetapi, menariknya tol ini akan berbeda dengan tol-tol lainnya karena tidak akan membelah perbukitan tersebut.

Lalu, bagaimana caranya tol ini akan melewati perbukitan tersebut? Jawabannya adalah tol ini akan dibuat menjadi terowongan.

Bisa dibilang, tol Yogyakarta-Bawen ini akan menembus perut perbukitan dengan dibangunnya terowongan tersebut.

Baca Juga: Lewati Deretan Tebing Curam, Tol Sepanjang 254,8 Km di Sumbar Bakal Punya Terowongan Seharga Triliunan Rupiah

Beredar kabar, tol Yogyakarta-Bawen ini tidak hanya memiliki 1 terowongan, melainkan 2 terowongan sekaligus.

Pemilihan opsi pembuatan terowongan ini dilakukan lantaran pemerintah enggan merusak perbukitan lagi.

Selain itu, daerah perbukitan yang akan dilalui jalan tol Yogyakarta-Bawen tersebut merupakan daerah wisata.

Sehingga, sangat disayangkan apabila harus membelah perbukitan di sana.

Dana untuk pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen ini juga bisa dibilang fantastis yakni mencapai Rp14,2 Triliun.***

Baca Juga: 73 Km dari Yogyakarta, Basis Militer Jepang 13.000 ha di Jawa Tengah Dipugar Jadi Bandara Terbaik se-Asia

Rekomendasi