Ada Sejak 5000 Tahun Silam, Kampung Adat Tertua di NTT Simpan Benda Bersejarah Zaman Megalitikum

inNalar.com – Indonesia menjadi negara yang tak pernah luput dari unsur kebudayaan.

Ditinjau dari zaman dahulu, Indonesia memiliki banyak nenek moyang yang sering bercengkrama dengan alam.

Untuk itu, Banyak sekali budaya yang turun termurun dilestarikan dari nenek moyang.

Baca Juga: Diproyeksikan 2024, Jembatan Hubungkan Batam-Bintan Hutang Rp 4,4 Triliun, Pamor atau Kebutuhan? 

Berbicara tentang budaya pastinya berkaitan dengan tempat tinggal dan kampung adat.

Salah satunya adalah kampung adat Gurusina yang ada Flores, NTT, Indonesia.

Lokasi kampung adat Gurusina teletak di Kecamatan Jeerebu di Lereng Gunung Inerei.

Baca Juga: Daerah Otonomi Baru, Provinsi Jambi Ingin Lakukan Pemekaran Wilayah hingga Usul 3 Daerah, Apa Saja?

Kampung ini telah berdiri sejak 5000 tahun yang lalu dan merupakan salah satu kampung adat tertua di Dunia.

Kampung Gurusina sangat identik dengan budaya menyimpan tanduk kepala kerbau yang dipajang di depan rumah.

Selain itu, kampung ini memiliki alat musik tradisional yaitu Begho yang bentuknya mirip seperti gitar dengan memilik 6 senar.

Baca Juga: Jaraknya 300 Km dari Pontianak, Miniatur Niagara Waterfalls di Kalimantan Barat Ini Suguhkan Pemandangan Indah

Di sana berdiri 33 Rumah yang terletak secara berjajar dan dihuni oleh 3 suku besar.

Tiga suku tersebut yaitu Suku Kabi, Suku Agoazi dan juga Suku Agokae.

Kepala keluarga di sini memiliki perkejaan utama yaitu peladang jambu mete, cengkih, kakao dan juga kemiri

Kampung ini masih lekat dengan unsur budaya tradisional, salah satu budaya yang masih dilakukan adalah menyimpan ari-ari anak mereka di dalam batok kelapa.

Mereka mempercai bahwa dengan melakukan hal ini, anak mereka akan menjadi anak penurut dan juga dilindungi.

Selain itu di tengah tengah Kampung Gurusina terdapat batu menjulang yang merupakan peninggalan Zaman Megalitukum.***

Rekomendasi