

inNalar.com – Meski pencetusan mengenai pembangunan Kereta Api Borneo belum terealisasi, rupanya Kalimantan Timur mengembangkan rencana lain.
Wacana untuk membangun monorel di Kalimantan Timur rupanya sudah ada jauh sebelum pembangunan mangkrak di ibukota Jakarta.
Proyek ini direncanakan mengingat Kalimantan Timur membutuhkan alternatif lain untuk memecah kemacetan di daerah-daerah mereka.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, proyek monorel atau kereta dengan rel tunggal pertama di Indonesia rupanya sudah direncanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Diproyeksikan 2024, Jembatan Hubungkan Batam-Bintan Hutang Rp 4,4 Triliun, Pamor atau Kebutuhan?
Wacana yang sudah ada sejak 13 tahun tersebut dilakukan untuk memecah macet di Balikpapan di mana jalan-jalan besar di daerah tersebut terbilang sempit.
Pembangunan tersebut telah direncanakan sejak tahun 2013, di mana wacana Pemerintah Balikpapan terhadap monorel masih pada tahap awal.
Monorel ini dikatakan menggaet investor dari China, yang mana akan melewati daerah utara dan barat Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca Juga: DPR RI Dukung Kebijakan Menteri Nadiem Perguruan Tinggi Tak Lagi Wajib Bikin Skripsi , Mengapa?
Pembangunan monorel dilakukan untuk memecah macet di persimpangan Rapak, Jalan Ahmad Yani, Balikpapan.
Monorel lain juga direncanakan tersambung dari Gunung Kawi hingga simpang jalan Gunung Sari, Balikpapan.
Selain memiliki medan berbukit, monorel di Balikpapan juga direncanakan melintasi garis pantai.
Setelah melakukan uji kelayakan, pemerintah Balikpapan juga merencanakan kerjasama lain dengan pihak China yang tidak hanya sebatas monorel.
Baca Juga: Aliri 120 Ribu Sawah! Pembangunan Bendungan di Jambi Habiskan 3 Triliun hingga Naik 2 Kali Lipat
Meski belum ada kabar yang berarti selama 13 tahun ini, pembangunan monorel di Balikpapan rupanya sudah mendapatkan lampu hijau.
Monorel pertama di Kalimantan Timur tersebut sudah termasuk dalam susunan Masterplan Transportasi 2016 Balikpapan.
Dikatakan, pemerintah akan mengembangkan beberapa sarana angkutan umum, seperti bus dalam kota hingga monorel.
Perencanaan tersebut dilakukan karena Balikpapan menjadi kota penyangga dari ibukota Indonesia baru yang berada di Kalimantan Timur.
Sehingga, rencana untuk pembangunan monorel sudah masuk dalam tahap perealisasian setelah wacana selama 13 tahun.
Akan tetapi, pembangunan monorel sendiri terbilang tidak mudah mengingat anggaran yang dikeluarkan juga tak sedikit.
Namun, biaya investasi monorel sendiri yang dapat menghabiskan sekitar Rp 150 miliar per kilometernya terbilang lebih murah daripada pembangunan MRT.
Hal tersebut juga mengacu pada pembangunan monorel yang sempat mangkrak Jakarta karena dana Rp investasi 600 miliar tidak terpenuhi.
Baca Juga: Babat Hutan! Food Estate di Merauke Ini Miliki Luas 1,2 Juta Hektar dan Hasilnya…
Meski begitu, proyek monorel di Kalimantan Timur bisa menjadi pemilihan alternatif pemecah kemacetan.
Selain itu, pembangunan monorel di Balikpapan dapat menunjukkan bahwa Kalimantan Timur berpotensi menjadi provinsi maju di Indonesia.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi