

inNalar.com – Pembangunan Flyover di Jawa Timur menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi.
Flyover Djuanda, jalan layang yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini telah dibangun sejak tanggal 1 November 2022.
Flyover Djuanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sendiri dulunya dikenal dengan nama Flyover Aloha, sebelum akhirnya berganti.
Baca Juga: Elektabilitas Erick Thohir Semakin Meningkat, Politisi PPP: Kinerjanya di Publik Makin Bersinar
Pergantian nama dari Flyover Aloha menjadi Flyover Djuanda merupakan sebuah upaya untuk menghormati jasa pahlawan nasional.
Pahlawan nasional yang dimaksud adalah Djuanda Kartawidjaja, beliau adalah seorang pencetus Deklarasi Djuanda pada tahun 1957.
Selain itu, Djuanda Kartawidjaja juga merupakan seorang penggagas dari berdirinya bandara internasional di Jawa Timur.
Kembali ke pembangunan jalan layang, Flyover Djuanda di Jawa Timur ini dibangun dengan dana yang mencapai Rp 332,8 miliar.
Dana miliaran rupiah untuk membangun Flyover Djuanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur bersumber dari APBN.
Flyover Djuanda di Jawa Timur ini nantinya akan terbentang sepanjang 858 meter dimana terbagi menjadi dua struktur.
Pertama, sepanjang 435 meter merupakan jalan akses yang berasal dari Bandara Juanda dan berakhir di Sidoarjo.
Sedangkan yang kedua adalah jalan menuju Surabaya di Jawa Timur dengan panjangnya yang mencapai 423 meter.
Pembangunan Flyover Djuanda per minggu pertama di bulan Agustus 2023 ini terpantau sudah mencapai 50,24%.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, progres tersebut sudah melebihi dari target.
Target awal untuk pembangunan Flyover Djuanda yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur ini adalah sebesar 49,55%.
Apabila sudah jadi, Flyover Djuanda diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.***