Panjangnya 50,8 M, Jembatan Cikreteg peninggalan Belanda Ini Siap Sambungkan Bogor dan Sukabumi Jawa Barat

inNalar.com – PUPR Binamarga kembali bangun Jembatan Cikreteg yang telah hancur beberapa waktu lalu.

Beberapa waktu yang lalu Jembatan Cikreteg pernah amblas akibat iklim dan tanah longsor.

Jembatan Cikreteg sekarang telah dibangun kembali oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga: Inilah 5 Tumbuhan Langka Dunia yang Wajib dilestarikan, Habitatnya Kebanyakan Ada di Indonesia Loh!

Setelah gorong-gorong peninggalan Belanda mengalami longsor pada November 2022, akhirnya jembatan ini Dibangun.

Hal tersebut terjadi akibat longsor dan tingginya intensitas hujan pada November 2022 sampai Februari 2023.

Untuk itu dibangun Jembatan sementara (bailey) yang memiliki fungsi sebagai area jalan penggunaan lalulintas.

Baca Juga: Arahan Rancangan APBN 2024 Akhirnya Dijawab Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi Harus Realistis dan Kredibel!

Jembatan Cikreteg juga menjadi solusi atas penyambungan area akibat tanah longsor.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mobilitas serta konektifitas masyarakat setempat untuk menjalankan berbagai aktivitas.

Jembatan Cikreteg memiliki total keseluruhan bentang mencapai 50,8 Meter. 

Baca Juga: Di Atas Tanah Seharga Rp 302,8 M, Mall Semarang Ini Tak Kalah Mewah dari Dubai? Luasnya Mencapai 12,9 Ha

Dengan lebar 13 meter yang sudah dibagi menjadi dua bagian yang fungsional untuk sisi barat. 

Untuk sisi Timur sedang dalam tahapan pembesian pilecap di abutment.

Dikabarkan hingga akhir Agustus 2023, progres pembangunan Jembatan Cikreteg sudah mengalami peningkatan.

Tecatat bahwa progres pembangunan Jembatan Cikreteg tersebut sudah mencapai nilai 47,77%.

Dengan progres pembangunan tersebut, masyarakat sudah tidak sabar menanti beroperasinya jembatan ini.

Hal ini tentunya tidak luput dari terbantu berbagai aktivitas masyarakat dengan adanya Jembatan Tersebut.***

 

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi