Tonle Sap, Desa Terapung Unik di Kamboja yang Penduduknya Tinggal di Danau Terbesar se-Asia Tenggara

inNalar.com – Desa Tonle Sap merupakan Desa terapung di Kamboja yang penduduknya tinggal diatas air.

Uniknya, sesa Tonle Sap di Kamboja ini penduduknya tinggal di Danau paling besar di Asia Tenggara.

Tonle Sap sendiri merupakan Danau yang tercampur dari dua unsur air yaitu Danau dan Sungai.

Baca Juga: Dibangun Pada 1995, Proyek Raksasa yang Magkrak di Bogor Ini Rata dengan Tanah, Kini Lahannya Milik Siapa?

Aliran Danau ini sering berubah sebanyak 2 kali dalam satu tahun serta miliki ukuran yang dapat membesar dan kecil sesuai iklim.

Beda seperti biasanya, Danau Tonle Sap tidak hanya menjadi habitat untuk para flora dan Fauna.

Danau Tonle Sap menjadi tempat tinggal para penduduk yang nyaman tinggal di Desa Terapung.

Baca Juga: Inilah Rekomendasi 4 Warung Soto Terenak di Kediri Jawa Timur, Ada yang Jadi Langganan Artis dan Pejabat

Pendukung Desa Terapung bahkan tidak menyentuh tanah dalam aktivitas mereka.

Mereka melakukan berbagai macam aktivitas diatas air dengan rumah mereka yang terapung dan berjalan jika digerakkan.

Pendukung Desa Terapung ini bukan hanya penduduk asli Kamboja.

Baca Juga: Borong 128 Jet Tempur, Pengamat Asing Sebut Militer Indonesia Jadi Penentu Perang Amerika vs China, Kok Bisa?

Kebanyakan Penduduk Desa Tonle Sap merupakan imigran yang berasal dari Vietnam.

Meskipun telah lama tinggal di Kamboja, kebanyakan dari mereka tidak memiliki identitas resmi.

Hal ini terjadi karena masyarakat Vietnam itu mencari tempat bermukim dan akhirnya ditemukan Danau yang mereka buat sebagai tempat berlindung.

Penduduk Desa Tonle Sap telah hidup berdekade-dekade di Desa tersebut.

Masyarakat setempat memanfaatkan air sebagai sumber utama kehidupan mereka.

Desa Tonle Sap sebenarnya hampir sama dengan desa lainnya. Pebedanya desa ini berada di atas Danau.

Mereka menjalankan berbagai aktivitas seperti aktivitas masyarakat pada biasanya.***

Rekomendasi