

inNalar.com – Desa Tonle Sap merupakan Desa terapung di Kamboja yang penduduknya tinggal diatas air.
Uniknya, sesa Tonle Sap di Kamboja ini penduduknya tinggal di Danau paling besar di Asia Tenggara.
Tonle Sap sendiri merupakan Danau yang tercampur dari dua unsur air yaitu Danau dan Sungai.
Aliran Danau ini sering berubah sebanyak 2 kali dalam satu tahun serta miliki ukuran yang dapat membesar dan kecil sesuai iklim.
Beda seperti biasanya, Danau Tonle Sap tidak hanya menjadi habitat untuk para flora dan Fauna.
Danau Tonle Sap menjadi tempat tinggal para penduduk yang nyaman tinggal di Desa Terapung.
Pendukung Desa Terapung bahkan tidak menyentuh tanah dalam aktivitas mereka.
Mereka melakukan berbagai macam aktivitas diatas air dengan rumah mereka yang terapung dan berjalan jika digerakkan.
Pendukung Desa Terapung ini bukan hanya penduduk asli Kamboja.
Kebanyakan Penduduk Desa Tonle Sap merupakan imigran yang berasal dari Vietnam.
Meskipun telah lama tinggal di Kamboja, kebanyakan dari mereka tidak memiliki identitas resmi.
Hal ini terjadi karena masyarakat Vietnam itu mencari tempat bermukim dan akhirnya ditemukan Danau yang mereka buat sebagai tempat berlindung.
Penduduk Desa Tonle Sap telah hidup berdekade-dekade di Desa tersebut.
Masyarakat setempat memanfaatkan air sebagai sumber utama kehidupan mereka.
Desa Tonle Sap sebenarnya hampir sama dengan desa lainnya. Pebedanya desa ini berada di atas Danau.
Mereka menjalankan berbagai aktivitas seperti aktivitas masyarakat pada biasanya.***