

inNalar.com – Danau Maninjau adalah sebuah danau kawah yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Danau Maninjau memiliki koleksi aneka flora dan fauna, salah satunya adalah bunga langka yaitu bunga Rafflesia Arnoldi.
Danau ini terletak sekitar 140 km (87 mil) sebelah utara kota Padang, ibu kota Sumatera Barat, 36 km (22 mil) dari Bukittinggi, dan 27 km (17 mil) dari Lubuk Basung Kabupaten Agam.
F. C. Wilsen seorang Litograf yang menggambarkan Danau Maninjau dengan Harimau dan Rusa (1865-1876).
Kaldera Maninjau terbentuk dari letusan gunung berapi yang diyakini terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu.
Sedimen letusan ditemukan dalam distribusi radial di sekitar Maninjau yang membentang hingga 50 kilometer (31 mil) timur, 75 km (47 mil) tenggara.
Terdapat beberapa tumbuhan langka yang hidup disini, khusus flora ada surian (Toona Sureni), bayur (Pterospermum Javanucum), Madang Lilin (Litsea roxburghii) dan durian hutan.
Tipe lainnya mirip dengan tipe hutan lainnya di Sumatera Barat, seperti sapek (Macaranga Sp), kangkung, baringin (Ficus Sp), Kemiri (Aleurites moluccana), johar (Cassia sianya) dan maranti (Shorea Sp).
Beberapa jenis tumbuhan langka dan dilindungi juga dapat ditemukan di sini, seperti bunga Rafflesia Tuan Mudae, Rhizanthes Sp, Amorphophallus Sp, nepenthes atau kantong semar terbesar di dunia dengan diameter 112 cm.
Tumbuhan langka dan dilindungi, Bunga Rafflesia Tuan-Mudae mekar sempurna di hutan Cagar Alam Maninjau di Jorong Marambush Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Bunga cantik ini mekar dengan diameter besar 111 cm dan merupakan diameter terbesar yang pernah tercatat dan tercatat.
Baca Juga: Baru Berusia 10 Tahun, Putri Kim Jong Un Sudah Warisi Nuklir Berbahaya Milik Korea Utara?
Pemantauan dan pengawasan secara personal dilakukan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar melalui Agam Resort.
Dan pada hari penghujung tahun 2019, bunga ini memasuki fase pembungaannya dengan terangkat dan terbukanya sudut atau kelopak bunga.
Fakta uniknya, di penghujung tahun 2017, di tempat dan tempat penyimpanan yang sama tanaman ini berbunga dengan diameter terbesar di dunia yang pernah tercatat dan tercatat, yakni mencapai 107 cm.
Bunga ini pertama kali dikenali berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh BKSDA Sumatera Barat bekerja sama dengan pakar dan peneliti Rafflesia, Dr. Agus Susatya dari Universitas Bengkulu pada akhir tahun 2017.
Dengan diameter hingga 111 cm, saat ini merupakan bunga terbesar yang pernah tercatat.
Di Cagar Alam Maninjau telah ditemukan beberapa satwa seperti Harimau Sumatera, Macan Dahan, Antelop, Rusa, Kambing Liar, Siamang, Beruang Madu, Rusa Tikus, Rangkong, Elang dan berbagai jenis mamalia, reptil dan satwa lainnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Memberi: Relevansi dan Manfaat Zakat dalam Menggali Hakikat Kehidupan di Islam
Selain flora dan fauna, fungsi penting lain dari Cagar Alam Maninjau adalah cekungan seluas 24.800 hektar, hulu dari 88 sungai yang bermuara di Danau Maninjau dan 34 sungai yang mengalir setiap tahunnya, menurut data Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Spesies lain yang menunjukkan tanda-tanda keberadaan di kawasan tersebut antara lain babi hutan (Sus scrofa), tapir (Tapirus indicus), rusa (Muntiacus muncak), Siamang (Hyllobates syndactylus), cincin (Presbytis cristata), tupai (Sciurus) notatus), monyet (Maccaca fascicularis), tikus buluh (Chiropodimys sp), tikus mol (Rhizomys sumatraensis), Bengkarung (Mubaya multifasciata) dan cerpelai (Paradoxorus hermaphroditus). ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi