Perusahaan Tambang Bauksit di Kalimantan Barat Ini Alami Penurunan Hasil, Karyawan Ketar-ketir di PHK?

inNalar.com – Kalimantan barat terkenal dengan hasil tambang bauksit yang melimpah, bahkan petambangan bauksit terbesar di Indonesia.

Namun Kementerian ESDM telah telah melarang adanya ekspor bauksit tepatnya sejak tahun 2023 tanggal 10 Juni.

sehingga hal tersebut juga berdampak pada pengurangan hasil produksi bauksit yang dilakuakan oleh perusahaan tambanag di Kaliamnatan Barat.

Baca Juga: Akhirnya! Jalan Tol di Jawa Barat Anggaran Rp 18, 3 Triliun Diresmikan Setelah Proses 12 Tahun, Mangkrak?

Tentunya pertambanag bauksit juga membutuhkan adanyaa refinery atau bisa disebut dengan fasilitas yang digunakan untuk pemurnian bijih bauksit dari pertambangan untuk diolah menjadi alumina.

Hal tersebut sangat berpengaruh sehingga dapat membuat perusahaan pertambangan bauksit di Kalimantan Barat tumbang dan terhenti.

Bahkan juga dapat menyebabkan adanya PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja kepada para karyawan yang bekerja di pertambangan bauksit Kalimantan Barat.

Baca Juga: Pertahanan Indonesia Makin Siaga! Prabowo Subianto Berikan 100 Unit Motor Trail Listrik Kepada TNI-Polri!

Tidak adanya pembangunan refinery juga memiliki dampak yang signifikan bagi perekonomian Kalimantan Barat, awalnya produksi mencapai hingga 30 ton tetapi sekarang terbangkas hingga separuhnya menjadi 12 hingga 14 ton saja.

Perlu diketahui bahwa pendapatan terbesar di Kalimantan barat sebagiannya dihasilkan dari kontribusi adanya ekspor biji mentah bauksit.

Tidak bisa dipungkiri perusahaan tambang di Kalimantan Barat merupakan penyumbang terbesar bauksit di Indonesia dengan jumlah yang besar yaitu 66,77 persen.

Baca Juga: Tingginya Cuma 2,5 Meter, Intip Kisah Tugu Perbatasan di Kalimantan Utara yang Jadi Simbol Kedaulatan RI

Cadangan bauksit yang tersebar di Kalimantan Barat di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Mempawah serta Kabupaten Ketapang.

Adapun dampak dari larangan ekspor biji bauksit di Kalimantan Barat juga berpengaruh pada perusahaan tambang dan juga para pekerja yang ada di sana termasuk Kabupaten Ketapang.

Bahkan perusahaan tambang bauksit di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat PT.RIM juga sudah merasakan adanya dampak dari kebijakan pemerintah mengenai penyetopan ekspor dari bauksit.

Sehingga perusahaan pertambangan di Kalimantan Barat menunggu adanya relaksasi dari kebijakan pemerintah agra karyawan yang bekerja disana tidak kehilangan pekerjaannya.

Untuk itu pembangunan smelter di Kalimantan barat terus dilakukan untuk pemantauannya, agar pembangunan smelter cepat selesai.

Dari adanya pembangunan smelter tentunya diharapkan dapat membuat stabil proyek tambang di Kalimantan Barat, mengingat banyak para pekerja yang mencari nafkah di sana.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]