

inNalar.com – Pembangunan proyek waduk di Kalimantan barat ini tipu-tipu sehingga merugikan negara, anggaran yang digelontorkan juga fantastis.
Proyek yang di bangun ini merupakan waduk PDAM yang terletak di Kampung Kuala Mandor Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.
Proyek waduk PDAM ini sudah mangkrak sejak tahun 2022 tepatnya pada bulan desember, untuk penyelesaian proyek sendiri ditargetkan akan selesai selama kurang lebih 240 hari.
Diketahui proyek pembangunan waduk PDAM di Kalimantan Barat tersebut dilakukan oleh perusahaan swasta milik CV. Berkah Amanah.
Pengawas untuk proyek pembangunan waduk PDAM menggunakan CV. Jati Utama, bahkan sejak awal proyek pembangunan dilakukan tidak berjalan dengan lancar seperti semestinya.
Bahkan pengerjaan proyek juga ambigu dan terkesan tipu-tipu, pada umumnya ketika terdapat pembangunan proyek akan dilakukan dengan terus menerus.
Tetapi berbeda dengan proyek pembangunan waduk PDAM di Kalimantan Barat ini. Terkadang ada proyek pembangunan yang tidak terlihat progres pembangunan dan sepi.
Baca Juga: Rugikan Negara Rp 122 M, Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan di Kalimantan Barat Ini Ternyata…
Diketahui bahwa awal mula munculnya permasalahan pada pembangunan proyek waduk PDAM di Kalimantan Barat ini yaitu terkendala pada gaji.
Bahkan pihak kontraktor proyek waduk PDAM di Kalimantan Barat tersebut tidak pernah tepat waktu dalam pemberian gaji kepada karyawan yang bekerja di proyek waduk PDAM tersebut.
Total gaji yang belum dibayarkan kontraktor kepada delapan karyawan proyek waduk PDAM memiliki nominal sebesar Rp 25 juta.
Luas lahan yang digunakan untuk proyek pembangunan adalah 6 hektar, untuk nilai kontrak kerja pada proyek pembangunan waduk PDAM di Kalimantan Barat ini mencapai Rp 7,391,978 miliar.
Waduk PDAM miliki Kementerian Pekerja Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya air atau BWSK di Kalimantan Barat, bahkan anggaran yang sudah dicairkan untuk pelaksanaan proyek pembangunan tersebut sudah mencapai 80 persen.
Sumber anggaran dana yang digelontorkan untuk proyek waduk PDAM di Kalimantan Barat berasal dari APBN.
Diketahui bawa proyek pengerjaan pada waduk PDAM yaitu pembangunan lanjutan yang hanya terfokus pada pembangunan kantor lumpur.
Selain itu juga terfokus pada pintu air dan juga rumah pompa air, bahkan para pekerja yang ada disana kebanyakan berasal dari luar bukan para penduduk yang berasal dari sana.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi