

inNalar.com – Pembangunan jalan layang atau yang biasa disebut sebagai flyover di Jawa Timur telah dilakukan sejak dulu.
Pembangunan flyover di Jawa Timur ini diiringi dengan harapan dapat mengurangi masalah kemacetan lalu lintas yang ada.
Flyover Pasar Kembang, jalan layang yang ada di Surabaya ini telah resmi beroperasi sejak akhir tahun 2012 lalu.
Flyover Pasar Kembang di Surabaya, Jawa Timur ini memiliki panjang yang mencapai 775 meter dengan lebarnya mencapai 17 meter.
Baca Juga: Inilah Sungai Terbesar di Kalimantan Timur Lengkap dengan Danau yang Dailiri dan Jembatan Penghubung
Jalan layang atau flyover sepanjang 775 meter tersebut terbentang di antara Jalan Pasar Kembang dengan Jalan Diponegoro di Jawa Timur.
Flyover Pasar Kembang di Surabaya, Jawa Timur ini memiliki bentuk yang cukup unik karena lengkungannya mengikuti median jalan.
Kisah balik yang menjadi alasan dibangunnya Flyover Pasar Kembang di Surabaya, Jawa Timur ini adalah kepadatan lalu lintas.
Apabila kepadatan lalu lintas tidak segera diatasi, maka akan dapat mengganggu aktivitas ekonomi di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Pembangunan Flyover Pasar Kembang sepanjang 775 meter di Kota Surabaya, Jawa Timur ini menghabiskan dana hingga miliaran rupiah.
Anggaran yang ditelan oleh proyek pembangunan Flyover Pasar Kembang di Jawa Timur ini mencapai Rp 122,95 miliar.
Diketahui bahwa proyek pembangunan Flyover Pasar Kembang di Surabaya, Jawa Timur merupakan pekerjaan tahun jamak.
Baca Juga: Berikut 5 Rekomendasi Tempat Makan Legend di Kalimantan Barat, Warga Pontianak Bisa Tebak Dimana?
Dalam proses pembangunan flyover senilai Rp 122,95 miliar di Jawa Timur tersebut, diketahui terdapat beberapa kendala.
Salah satu kendala yang harus dihadapi adalah penyelesaian lahan yang akan digunakan milik PT KAI, dan masih banyak lagi.
Diketahui pula bahwa Flyover Pasar Kembang dibangun di wilayah yang dekat area penduduk dengan arus lalu lintas yang padat.
Meskipun demikian, Flyover Pasar Kembang di Jawa Timur akhirnya selesai dibangun dan mulai dioperasikan per akhir tahun 2012.***