5 Flyover Termahal di Lampung, Ada yang Hampir Gagal Bangun Hingga Habiskan Rp 1,5 Miliar untuk Perbaikan

inNalar.com – Pemerintah Provinsi Lampung telah berupaya mengatasi permasalahan kemacetan dengan membangun 11 jalan layang non tol atau flyover di berbagai daerahnya.

Pada perjalanan pembangunan infrastruktur megah di Provinsi Lampung ini, tentu saja tidak lepas dari anggaran yang cukup fantastis.

Bagaimana pun biaya mahal yang digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun flyover di berbagai titik rawan macet akan memberikan multiplier effects bagi kemajuan daerahnya.

Baca Juga: Telan Dana Sampai Rp 20 M, Gedung Baru Kejari Pontianak Ini Sudah Diresmikan dan Siap Digunakan

Berikut ini 5 flyover termahal di Provinsi Lampung dengan segala dinamika proses pembangunannya, salah satunya ada yang terancam gagal dibangun sebab adanya konflik tidak terduga.

5. Flyover Pramuka – Rajabasa

Flyover ini berada di Jalan Pramuka nomor 1, tepatnya berada di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Infrastruktur sepanjang 140,7 meter ini diresmikan pada tanggal 25 Januari 2018.

Proses pengerjaannya terbilang sangat singkat dibandingkan dengan flyover di Provinsi Lampung pada umumnya.

Baca Juga: Habiskan Rp 92,2 M, Gedung Kejati Kalimantan Barat di Pontianak Ini Ternyata Berdiri di Tanah Hibah Loh!

Pasalnya, hanya dalam waktu 9 bulan, jembatan layang Pramuka ini sudah dioperasikan.

Namun, permasalahan pun timbul dua bulan setelah diresmikannya flyover Pramuka ini, diduga akibat dari terlalu cepatnya proses pembangunannya.

Jembatan yang melintas di atas Jalan Zainal Abidin Pagaralam ini mengalami keretakan. Syukurnya, Kerusakan tersebut langsung diperbaiki pada Bulan Maret 2018.

Baca Juga: Dibangun Tahun 2024! Akhirnya Simpang Panam Pekanbaru Akan Dibangun Flyover, Jalur Pembantu Tol Sumbar-Riau?

Diketahui pembangunan flyover Pramuka – Rajabasa yang ada di Kota Bandar Lampung ini menelan anggaran hingga Rp35 miliar.

4. Flyover Jalan RA Basyid – Untung Suropati

Jembatan layang ini sering disebut dengan flyover Untung Suropati. Lokasinya ada di Jalan Untung Suropati nomor 3645, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Flyover ini diresmikan pada akhir tahun 2020 guna mengatasi masalah kemacetan di Jalan RA Basyid dan Jalan Untung Surapati.

Dimensi jalan layang non tol ini panjangnya membentang hingga 311,58 meter dan lebarnya 10 meter.

Baca Juga: Telan Rp 43 Triliun! Smelter Nikel di Sulawesi Utara Ini Mampu Produksi Hingga 1,8 Juta Ton, Dimiliki China?

Proses pengerjaan flyover RA Basyid – Untung hanya dalam waktu 6,5 bulan, yakni dibangun pada 15 Juni 2019.

Biaya yang digelontorkan untuk pembangunan jalan layang non tol di Kota Bandar Lampung ini mencapai Rp37 miliar.

3. Flyover Jalan Zainal Abidin Pagar Alam

Jalan layang non tol ini diresmikan pada 13 Desember 2017 dengan melalui beberapa konflik yang tidak terduga.

Hal yang sempat membuat proyek pembangunan flyover ZA Pagar Alam ini gagal bangun adalah karena adanya konflik antara Walikota Bandar Lampung dan Gubernur Lampung.

Baca Juga: Mulanya Banyak Kubangan, Perbaikan Jalan di Kabupaten Pringsewu Lampung Sepanjang 7,5 Km Sudah Masuk Tahap…

Diduga konflik terjadi karena adanya miskomunikasi antar kedua belah pihak terkait perizinan pengelolaan jalan nasional tersebut.

Flyover yang melintang di atas depan Mall Boemi Kedaton ini panjangnya membentang hingga 477 meter dan lebarnya 10 meter.

Syukurnya, proyek ini tetap terealisasi dengan baik dan menelan anggaran hingga Rp 40 miliar.

2. Flyover Kemiling Teuku Cik Ditiro – Pramuka

Flyover yang berada di Kota Bandar Lampung ini diresmikan pada 25 Januari 2018.

Baca Juga: Telah Dibuka Sejak 2018, Hotel Tertinggi di Sumatera Selatan Ini Tawarkan View Kota Palembang 360 Derajat

Jembatan layang yang satu ini menjulang di atas ketinggian 5,7 meter di atas Jalan yang ada di bawahnya, yakni jalan Imam Bonjol.

Flyover Kemiling Teuku Cik Ditiro – Pramuka ini panjangnya membentang hingga 368 meter.

Ada pun anggaran konstruksi jalan layang non tol di Kota Bandar Lampung ini mencapai Rp 47 miliar.

Baca Juga: Habiskan Rp 7,5 Miliar untuk Pembebasan Lahan, Flyover Sepanjang 700 Meter di Jawa Timur Ini Segera Rampung?

Biaya yang cukup fantastis dibanding dengan flyover lainnya, mengingat ruas panjangnya pun membentang 215 meter di Jalan Teuku Cik Ditiro dan 153 meter di Jalan Pramuka.

1. Flyover Gajah Mada – Djuanda

Infrastruktur jalan layang non tol di Kota Bandar Lampung ini menjadi flyover termahal di Provinsi Lampung.

Pasalnya, biaya yang digelontorkan jauh lebih mahal dibanding dengan proyek flyover sebelumnya, yakni mencapai Rp60 miliar.

Jalan layang non tol ini diresmikan pada akhir tahun 2013 dengan detail panjangnya melintang hingga 585 meter dan lebarnya 9 meter.

Baca Juga: Hanya 3,2 KM dari Jembatan Ampera, Gedung Tertinggi di Kota Palembanhng Ini Wujudnya Berupa Hotel 25 Lantai

Sempat terjadi kerusakan pada tahun 2022, yakni terlihat adanya pengelupasan pada aspal hingga jalan bergelombang dan ruas besi jembatan pun terlihat.

Beruntungnya, pada Bulan Desember 2022 perbaikan jalan di flyover Gajah Mada – Djuanda dilaksanakan selama 17 hari dengan menelan biaya pemeliharaannya yang mencapai Rp1,5 miliar.

Inilah 5 flyover termahal di Provinsi Lampung dengan segala dinamika yang berjalan selama proses pembangunannya hingga kini.***

 

 

 

 

Rekomendasi