Inilah Kisah Komplotan Bajak Laut Lanun yang Pernah Menyerang Kerajaan Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan


inNalar.com – Kerajaan Tanah Bumbu merupakan salah satu kerajaan yang berada di wilayah Kalimantan Selatan dan erat kaitannya dengan kisah sekelompok bajak laut bernama lanun.

Alkisah komplotan bajak laut Lanun sering mengganggu penduduk dari suku Dayak yang mendiami wilayah Kotabaru , wilayah tersebut masih di bawah kekuasaan kerajaan Tanah Bumbu saat itu.

Setelah penduduk merasa terusik, mereka melakukan perundingan dan disepakati untuk meminta bala bantuan dari Kerajaan Banjar agar dapat menumpas komplotan bajak laut Lanun yang sering mengganggu hidup mereka.

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana kisah bajak laut Lanun, inNalar.com mengutip sebagian kisah Kerajaan Tanah Bumbu di masa lalu dari buku dengan judul Lintasan Sejarah Maritim Kalimantan Selatan yang diterbitkan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Lambung Mangkurat Tahun 2020.

Baca Juga: Tol Kaca Bawah Laut Jawa-Bali Viral, Ini Kaitannya dengan Mitologi yang Melarang Menghubungkan Dua Pulau Itu

Selanjutnya, Kerajaan Tanah Bumbu pernah dibahas dalam laporan ekspedisi Schwaner tahun 1853, dimana dia menjelaskan saat itu pernah tinggal di Tanah Bumbu, Pagatan dan Tanah Laut.

Dari 1846 hingga laporan tersebut ditulis tahun 1853 sangat menolong membuka tabir sejarah tentang sejarah Kerajaan Tanah Bumbu.

Kerajaan Tanah Bumbu merupakan pemekaran dari kekuasaan politik wilayah Kesultanan Banjar di bagian Tenggara Kalimantan Selatan sejak abad 17 hingga abad ke-19.

Terdapat beberapa versi secara turun temurun bagaimana Kerajaan Tanah Bumbu bisa ada salah satunya versi mengenai serangan dari komplotan bajak laut bernama Lanun.

Baca Juga: Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut, Simak 3 Dampaknya Bagi Biota dan Kehidupan Laut Lainnya

Saat itu penduduk di daerah sungai Bumbu di muara sungai Cengal diusik dan diganggu oleh komplotan bajak laut Lanun hingga terjadi adanya pembunuhan yang dilakukan oleh bajak laut itu.

Lanun merupakan salah satu kaum yang berasal dari pulau-pulau sekitar Filipina bagian Selatan.

Bajak laut Lanun ini menjalankan aksinya dengan berkelompok dan sering menjarah kapal-kapal dagang, mereka juga sering melancarkan aksi di daerah Laut Sulu di Kawasan Filipina Selatan.

Kawasan ini dekat dengan area Brunei atau Kalimantan Bagian Utara yang masuk Sabah Malaysia.

Baca Juga: Dibangun Exit Tol, Daerah di Jawa Tengah Ini Justru Simpan Harta Karun Peninggalan Kerajaan Mataram

Biasanya bajak laut lanun bekerja dengan menyita dan merampas apa saja yang ada di muatan kapal lain bahkan membunuh siapa saja yang menghalangi niat mereka.

Selain itu mereka juga melakukan penculikan awak kapal lain dan penumpangnya. Kapal bajak Lanun dikisahkan sebagai kapal layar yang lebih besar dari kapal-kapal dagang dan bertenaga angin.

Seorang peneliti Asia Tenggara D.G.E mengistilahkan Lanun sebagai kelompok tradisional bersenjata yang dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka melakukan pembajakan kapal-kapal dagang di samudera ataupun muara sungai yang mengarah ke laut.

Meski terdapat kemungkinan mereka merampok di daratan jika jalur perdagangan laut sepi.

Baca Juga: Ditemukan Tahun 1940! Harta Karun Sambas di Kalimantan Barat Ini Justru Disimpan di Museum British?

Begitulah seklumit kisah bajak laut Lanun yang pernah mengusik ketenangan penduduk di Kerajaan Tanah Bumbu, walaupun masih terdapat kemungkinan lain bahwa Lanun yang dimaksud bukanlah istilah yang merujuk pada bajak laut akan tetapi sebuah suku yang ada di Kalimantan.

Artikel-artikel selanjutnya akan mencoba menjelaskan istilah Lanun yang lain agar kita bisa memandang sejarah dari berbagai sisi.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]