

inNalar.com – Menyaingi pusat pembelajaran Basic English Course (BEC) tertua di Pare, Kediri, rupanya Kalimantan Timur juga membangun Kampung Inggris sendiri.
Pembangunan pusat pembelajaran Bahasa Inggris ini dibantu oleh pihak Pertamina RU V Balikpapan.
Dikatakan, pusat pembelajaran BEC di Kalimantan Timur tersebut dapat menyaingi keberadaan Kampung Inggris yang berlokasi di Pare, Kediri.
Baca Juga: Atasi Kecelakaan, Balikpapan Usahakan Bangun Flyover yang Tak Kunjung Rampung: Biayanya Rp 260M
Dilansir inNalar.com dari laman penajamkab.go.id, pembangunan Kampung Inggris di Kalimantan Timur berlokasi di Lawe-Lawe, Penajam Paser Utara.
Kabupaten Penajam Paser Utara membangun kampung tersebut untuk mengembangkan kreativitas bagi masyarakat sekitar.
Hal tersebut juga tidak lepas dari peran Kampung Inggris yang dapat menjadi sarana edukasi bagi putra-putri yang menjadi masa depan Indonesia.
Kampung Inggris di Kalimantan Timur tersebut dibangun oleh Pertamina Refinery Unit V Balikpapan.
Pihak Pertamina RU V Balikpapan menyediakan anggaran sebesar Rp 250 juta untuk mengelola Kampung Inggris di Penajam Paser Utara itu.
Biaya tersebut termasuk dalam penuntasan tiga bangunan, di mana terdapat satu kantor atau MCK dan juga dua pendopo.
Baca Juga: Proyek Jalan Rp 13,5 Miliar di Kalimantan Timur Tak Sesuai dengan Kontrak, Ternyata Ini Penyebabnya
Namun, pembangun Kampung Inggris dapat menuntaskan pembangunan yang melebihi keinginan donatur.
Kampung Inggris di Kalimantan Timur ini pun akhirnya dilengkapi dengan satu kantor, 6 pendopo, dan satu MCK berisikan dua toilet serta satu kamar mandi.
Pembangunan tersebut tidak diserahkan kepada pihak ketiga, sehingga biaya pengembangan Kampung Inggris dapat dijangkau dengan upah standar.
Kampung Inggris Lawe-Lawe ini pun dikenal sebagai Sansis Children Village yang berada di Kalimantan Timur.
Pembukaannya sendiri telah dilakukan pada tahun 2021 di mana pembangunannya digagas oleh Yayasan Sansis Children Village.
Dengan mengundang 4 orang tenaga pengajar, Kampung Inggris Lawe-Lawe menganut metode pembelajaran permainan, audio visual, dan diskusi.
Pembangunan Kampung Inggris juga dinilai penting mengingat Kalimantan Timur akan menjadi kawasan ibukota baru nantinya.
Di lain sisi, biaya untuk belajar di Kampung Inggris ini sendiri diketahui tidak dipungut biaya alias gratis.
Dengan adanya Kampung Inggris ini, diharapkan dapat mempermudah masyarakat Kalimantan untuk mengembangkan pembelajaran Bahasa Inggris mereka.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi