

inNalar.com – Pembangunan megaproyek kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur, rupanya tidak membuahkan hasil yang berarti.
Pasalnya, kilang minyak raksasa di Kalimantan Timur tersebut malah kehilangan nilai investasinya sehingga menimbulkan kerugian.
Padahal, pembangunan kilang minyak itu telah ditargetkan agar dapat beroperasi pada tahun 2025 nanti.
Baca Juga: Atasi Kecelakaan, Balikpapan Usahakan Bangun Flyover yang Tak Kunjung Rampung: Biayanya Rp 260M
Dilansir inNalar.com dari bappeda.kaltimprov.go.id, pembangunan kilang minyak di Kota Bontang telah diwacanakan.
Pembangunannya sendiri direncanakan sejak tahun 2017 oleh pihak PT. Pertamina dengan anggaran awal Rp 120 triliun.
Dengan waktu pengerjaan sekitar 4 tahun, kilang tersebut didesain untuk memiliki kapasitas 300.000 barel/hari.
Pembangunan kilang minyak di Bontang ini juga mempertimbangkan penggunaan konfigurasi lain, seperti sistem petrokimia.
Nantinya, hasil produksi tersebut akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan bakar dalam negeri.
Pemkot Bontang menjadikan proyek pembangunan kilang minyak itu agar sejalan dengan kotanya sebagai kawasan industri.
Kilang minyak tersebut juga telah dimasukan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), sayangnya harus batal untuk dikerjakan.
Keputusan tersebut diambil oleh PT Pertamina karena telah mengakhiri kerjasama mereka dengan pihak swasta pada tahun 2019
Selain itu, setelah kaji ulang rupanya terdapat keterbatasan lahan yang dinilai tidak mencukupi untuk membangun kilang minyak.
Pembatalan proyek kilang minyak di Bontang ini juga membuat Kalimantan Timur harus kehilangan investasi mereka.
Diperkirakan, Kalimantan Timur mengalami kerugian sebesar Rp 197,58 triliun yang sesuai dengan nilai investasi kilang minyak tersebut.
Setelah proyek kilang minyak ini batal, Kalimantan Timur mulai berusaha untuk meningkatkan nilai investasi mereka.
Diketahui, target realisasi investasi Kalimantan Timur pada tahun 2020 adalah Rp 21,30 triliun, sedangkan investasi yang masuk mencapai Rp 23,15 triliun.
Meski sudah membuat kerugian, Kilang Minyak Bontang direncanakan akan dipindahkan ke lokasi lain.
Namun, rencana pemindahan ini masih menunggu keputusan lanjut dan juga investor yang dapat mendanai proyek besar Kalimantan Timur tersebut.***