

inNalar.com – Sebanyak 286 pekerja dari perusahaan tambang batu bara di Nunukan, Kalimantan Utara, harus mengalami PHK.
Pasalnya, hal tersebut diakibatkan oleh penutupan usaha dari tiga pabrik pengelola batubara yang ada di Kalimantan Utara.
Tiga pabrik tersebut adalah anak dari perusahaan PT Pipit Group yang bergerak di bidang usaha pengolahan batubara.
Dilansir inNalar.com dari laman beacukai.go.id, PT Pipit Group sendiri merupakan induk dari anak-anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang.
Beberapa bidang yang dilakoni oleh anak-anak perusahaan Pipit Group adalah rekayasa teknik, pertambangan, perkebunan kelapa sawit, hingga transportasi.
Sedangkan 3 anak perusahaan PT Pipit Group yang harus ‘gulung tikar’ adalah PT. Pipit Intis, PT. Pipit Mutiara Raya, dan PT. Anjas Anita Jaya.
Alasan ketiga perusahaan tersebut terpaksa menutup pabrik mereka bukan karena terjerat biaya ataupun hutang.
Rupanya, usaha yang dilakoni oleh tiga anak perusahaan PT Pipit Group ini dikatakan tidak berjalan lancar.
Diketahui, ketiganya memiliki kualitas produksi batubara yang tidak baik sehingga kerap kali ditolak pasar.
Alhasil, sebanyak 267 karyawan dari ketiga perusahaan batubara di Kalimantan Utara tersebut terkena imbas PHK.
Detailnya terdiri dari, 73 karyawan dari PT. Pipit Intis, 10 orang karyawan PT. Pipit Mutiara Jaya, dan 131 karyawan dari PT. Anjas Jaya.
Pemberlakuan PHK pun dilakukan secara bertahap, dimulai dari 20 Maret hingga 5 April 2023.
Mayoritas pekerja yang mengalami PHK tersebut diketahui berasal dari luar Nunukan dan pekerja tambang yang memiliki skill tertentu.
Hal tersebut tentunya membuat pengangguran di daerah Kalimantan Utara, tepatnya Kabupaten Nunukan semakin menjamur.
Penutupan tiga pabrik batubara di Kalimantan Utara tersebut rupanya akan disusul oleh dua perusahaan lain.
Akan tetapi, masih belum diketahui identitas dua perusahaan lain yang merencanakan untuk gulung tikar.
Kasus tersebut menjadi tugas bagi Disnakertrans yang harusnya dapat melatih kualitas SDM lokal agar tidak menjadi pekerja abal-abal.
Oleh sebab itulah, pihak perusahaan sedang menunggu kehadiran investor agar dapat meningkatkan kualitas batubara dari yang mereka tambang.
Dengan begitu, hal yang serupa dapat dihindari sehingga perekonomian di Kalimantan Utara bisa sedikit lebih maju.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi