

inNalar.com – Provinsi Banten digadang akan memiliki kota baru yang megah dan menghabiskan ratusan triliun.
Pengembangan kota baru di Banten sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, tercatat sejak tahun 2015 silam.
Gebrakan presiden Jokowi untuk membangun kota baru yang berlokasi di Kabupaten Lebak, Banten ini sebagai upaya mengentaskan kesenjangan.
Hal tersebut dilaksanakan dengan visi “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.
Rencana pembentukan kota baru di Banten tertuang dalam RPJM Nasional 2020-2024 tentang pengembangan Kota Baru Maja.
Indikasi pendanaan megaproyek tersebut diperkirakan bakal menghabiskan uang senilai Rp134,6 triliun, yang bersumber dari APBN, Badan Usaha & Swasta.
RPJM Nasional 2020-2024 menjelaskan bahwa anggaran Rp134,6 triliun itu bukan hanya untuk pengembangan kota baru Maja, Kecamatan Lebak, Banten.
Melainkan ada 3 wilayah lain yang termasuk dalam peningkatan indeks kota berlanjutan, yakni Kab, Bulungan (Tanjung Selor), Kota Tidore Kepualauan (Sofifi) dan Kota Sorong.
Pihak-pihak yang menjadi pelaksana dalam RPJM Nasional 2020-2024 tentang pengembangan kota baru ini adalah:
1. Kementerian PUPR
2. Kemenhub
3. BUMN/Swasta
Konsep yang Dikembangkan
Kota baru Maja, Kecamatan Lebak, Banten, dikembangkan dengan basis konsep Transit Oriented Development (TOD).
Selain itu juga dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas skala kota serta Stasiun KRL Maja yang berjarak 500 meter sebagai simpul transportasi utama.
Pembangunan tersebut disesuaikan dengan Renstra Kementerian PUPR 2020-2024 dengan fokus pada pengembangan perumahan.
“Kami mendukung program pemerintah dalam membantu membangun sejuta rumah sebagai upaya mengurangi kesenjangan,” kata Senior Director PT Ciputra Residence.
Sebagai informasi, PT Ciputra Residence sudah membangun lebih dari 20 ribu unit rumah dan ruko yang dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur pendukung.
Berada di atas lahan seluas 2,2 hektare, pembangunan kota baru di Lebak, Banten ini akan terus dikembangkan.
“Ciputra Group berkomitmen terus memberikan yang terbaik pada setiap kesempatan yang ada dan berharap upaya ini menjadi awal kesuksesan bagi semua pihak,” terang Agussurja.
Arahan Pemerintah
Pemerintahan era Jokowi dan Ma’ruf Amin tak lagi diragukan soal berlomba-lomba meninggalkan jejak infrastruktur di setiap daerah Indonesia.
Khususnya Jawa-Bali yang menjadi pusat industri dan jasa nasional, sebagai lumbung pangan nasional dan menjadi salah satu gerbang destinasi wisata terbaik dunia.
Dalam 5 tahun ke depan, pembangunan wilayah Jawa yang relatif maju dan berkembang diarahkan untuk memantapkan peran.
Baik dari segi ekonomi modern hingga mampu bersaing di tingkat global dengan bertumpu pada industri manufaktur.
Strategi pembangunan wilayah Jawa-Bali akan mengutamakan pemerataan, pertumbuhan, pelaksanaan otonomi daerah, penguatan konektivitas, serta mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Begitupun dengan dibentuknya kota baru di Baten. Hal ini diharapkan menjadi batu loncatan daerah untuk mendongkrak perokonomian masyarakat.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi