Masjid Pertama dan Tertua di Desa Gelgel Jadi Saksi Masuknya Islam ke Pulau Bali

inNalar.com – Desa Gelgel merupakan tempat yang dijadikan sebagai awal kisah masuknya Islam di Pulau Bali.

Bukti dari cikal bakal masuknya islam tampak dari berdirinya Masjid Nurul Huda di Desa Gelgel.

Masjid Nurul Huda menjadi masjid pertama dan tertua di Pulau Bali.

Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu, Candi Peninggalan Majapahit Ini Bangunannya Mirip dengan Peninggalan Suku Maya

Masjid Nurul Huda berada di tengah Desa Kampung Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali.

Dikutip dari beberapa sumber terdapat perbedaan pendapat tentang periode waktu, Masjid Nurul Huda berdiri pada tengah abad antara abad ke-13 dan ke-14.

Asal usul berdirinya Masjid Nurul Huda, Desa Gelgel diawali dari perjalanan Raja Gelgel.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Ini Bisa Jadi Referensi Destinasi saat Berlibur ke Sumatera Utara, Liburan Semakin Seru!

Raja Gelgel yaitu Dalem Ketut Ngulesi melakukan perjalanan menuju ke Majapahit pada 1380-1460 Masehi.

Pada saat itu Dalem Ketut Ngulesir mengikuti pertemuan raja-raja se-Nusantara yang berpusat di Mojokerto.

Saat perjalanan kembali ke Bali, Raja Dalem Ketut Ngulesir dikawal oleh 40 orang pasukan prajurit Kerajaan Majapahit dibawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk.

Baca Juga: Mengenal Candi Sukuh di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Benarkah Ada Keterikatan dengan Peradaban Maya?

Raden Modin dan Kyai Abdul Jalil, prajurit islam diantara beberapa prajurit pengawal islam lainnya, memilih untuk menetap di Bali.

Saat menetap di Bali itulah mereka mulai menyebarkan agama Islam dan bisa mendirikan masjid, Masjid Nurul Huda atas seizin Raja Gelgel.

Pada 1970-an, Masjid Nurul Huda sempat mengalami renovasi beberapa kali hingga saat ini menjadi masjid yang megah.

Bentuk peninggalan dari Zaman Majapahit hanya tertinggal mimbar yang terbuat dari ukiran kayu.

Mimbar masjid yang terbuat dari ukiran kayu jati tesebut dihias dengan ukiran motif daun dan tumbuh-tumbuhan.

Motif-motif tersebut merupakan salah satu ciri dari seni Islami.

Seni Islami biasanya identik dengan melarang penggunaan gambar makhlu bernyawa.

Selain itu, peninggalan dari bangunan berarsitektur lama juga masih ada, yaitu menara masjid dengan tinggi 17 meter.

Meskipun mayoritas penduduk Bali menganut agama Hindu, kehidupan mereka antara agama Hindu dan Islam pun tampak tenang dan damai.***

Rekomendasi