

InNalar.com– Dalam pencarian kebahagiaan manusia, status sosial dan kekayaan seringkali menjadi penentu utama keberhasilan.
Namun, ustadz Adi Hidayat memberikan pengingat bahwa status dan jabatan hanyalah penanda sementara yang nantinya akan lenyap saat kita meninggalkan dunia ini.
Berbagai gangguan dan kegembiraan kehidupan dunia, tak jarang kita lupa akan panggilan akhirat.
Sebesar apapun kesibukan dan tuntutan hidup, ustadz Adi Hidayat mengajak kita untuk tetap meluangkan waktu investasi kehidupan abadi.
Khususnya dalam mendidik anak-anak kita, pengajaran dan pemahaman agama kian menjelma menjadi investasi jangka panjang nan berharga.
Sebagai orang tua, impian melihat anak berhasil dan berprestasi dalam pendidikan formal adalah hal yang wajar.
Namun, ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa itu semua hanyalah penghargaan duniawi yang bersifat sementara.
Prestasi sejati terbentuk ketika anak-anak kita juga menguasai pengetahuan agama dan melaksanakan amal sholeh.
Ustadz Adi Hidayat menceritakan kisah Abdullah bin Abbas yang berhasil memahami serta meriwayatkan 2000 Hadist, lebih dari ayahnya sendiri.
Kisah Abdullah bin Abbas mengajarkan kita bahwa pendidikan agama untuk anak-anak bukanlah tanggung jawab yang dapat ditawar.
Walaupun banyak di antara kita belajar agama di usia yang lebih tua, bukan berarti kita tidak bisa mengarahkan anak-anak untuk belajar sejak dini.
Ungkapan Ustadz Adi Hidayat ini menjadi penutup indah bagi kita: “Mungkin saat ini kita belum maksimal, tetapi janganlah ada satu pun di antara anak-anak kita yang tidak menjadi kebanggaan keluarga. Cukup satu anak yang menjadi teladan, dan rumah kita akan menjadi lebih terang.”
Baca Juga: Memaafkan dalam Islam Menurut Ustadz Khalid Basalamah: Tanda Kesempurnaan Akhlaq dan Tingginya Iman
Setiap langkah kecil dalam perjalanan iman adalah langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Marikita semua bersemangatdalam mendidik anak anak kita menuju kehidupan abadi (Akhirat).***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi