Mega Proyek Senilai Rp 125 Miliar di Banten ini Mangkrak Bertahun-Tahun, Masalah Dana jadi Sebab Paling Utama?

InNalar – Masjid Terapung Banten (MTB) merupakan proyek masjid terapung yang berlokasi di Kampung Sirih, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten. 

Proyek tersebut digagas Pemprov Banten pada tahun 2016 dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 125 miliar.

Namun hingga saat ini, proyek tersebut dibiarkan terbengkalai mangkrak dan belum selesai.

Menurut panitia proyek, pembangunan masjid tersebut membutuhkan dana lebih dari Rp 100 miliar rupiah.

Baca Juga: PLTA Kayan, Proyek 26 Triliun yang akan Tenggelamkan Desa Tertinggal Tanpa Listrik di Kalimantan Utara

Proyek ini dimulai pada tahun 2016, namun terhenti pada tahun 2018 karena kekurangan dana. 

Pembangunan Masjid Terapung Banten baru mencapai 20 persen, namun harus dihentikan hingga saat ini.

Bangunan sudah dicor, namun bagian dinding masih belum sampai pada proses pengerjaan.

Baca Juga: Dibangun Sejak 2012, PLTA di Kalimantan Utara Ini Habiskan Rp 26 Triliun Usai Gandeng Perusahaan Jepang

Bahan-bahan konstruksi yang dibiarkan tidak terpakai dan terkena unsur-unsur alam, sehingga menyebabkan kerusakan.

Komite proyek telah menyatakan bahwa pemerintah belum menyediakan dana tambahan untuk melanjutkan proyek tersebut.

Proyek MTB ini dimaksudkan untuk menjadi objek wisata religi dan tempat ibadah umat Islam di Banten.

Masjid ini dirancang menjadi bangunan terapung di danau, dengan kapasitas hingga 10.000 orang.

Baca Juga: Anggaran Dana Rp 20,3 Miliar! Rumah Adat Betang Lunsa Hilir di Kalimantan Barat Direnovasi Memakai APBN?

Desain masjid ini terinspirasi dari Taj Mahal, dengan eksterior marmer putih dan kubah besar.

Ditinggalkannya proyek MTB merupakan pemborosan sumber daya dan hilangnya peluang bagi masyarakat setempat. 

Perkiraan anggaran proyek sebesar Rp 125 miliar sebenarnya bisa digunakan untuk proyek infrastruktur lain yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Baca Juga: Dibangun dari 2019! Proyek Pembangunan Jalan di Kalimantan Selatan Ini Telan Rp1 Triliun dan Selesai 2024?

Pemerintah perlu memastikan dana masyarakat digunakan secara efektif dan efisien untuk mendukung pembangunan daerah setempat.

Semoga, proyek besar ini segera bisa dirampungkan dan beroprasi sebagaimana yang diharapkan.***

Rekomendasi