

inNalar – Jembatan Kapuas 3, sebuah proyek mega infrastruktur yang menjadi tonggak kemajuan di Kalimantan Barat.
Diketahui, proyek jembatan Kapuas 3 di Pontianak Kalimantan Barat yang memakan dana yang tidak sedikit dalam proses pembangunannya.
Rencana jembatan ini, juga dikenal sebagai Kapuas 3 berlokasi di bagian hilir sungai Kapuas, menghubungkan Jalan Jeruju Laut di Desa Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya, dengan Jalan Khatulistiwa di Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah.
Jarak jembatan ini yang luar biasa mencapai 5,95 kilometer.
Biaya dan Prioritas Proyek
Proyek Jembatan Kapuas 3 diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar 1,3 triliun Rupiah.
Gubernur Kalimantan Barat telah mengusulkan jembatan ini sebagai proyek yang harus diprioritaskan.
Ini merupakan langkah penting untuk mengakomodasi lalu lintas dua jalur yang berjalan berlawanan arah.
Spesifikasi Jembatan
Jembatan Kapuas 3 dibangun dengan spesifikasi yang mengesankan. Proyek ini terdiri dari beberapa komponen penting.
Pertama, ada jalan pendekat sepanjang 3.000 meter, yang terdiri dari kombinasi timbunan, jembatan pile slab, dan jembatan i-girder.
Kemudian, ada lima bentang jembatan i-girder dengan total panjang 208 meter yang melintasi sungai-sungai kecil di sepanjang Delta Sungai Kapuas.
Selanjutnya, ada jembatan pendekat i-girder sepanjang 800 meter yang juga berada pada pulau panjang.
Ini dihubungkan dengan jembatan utama cable-stayed dengan panjang bentang utama 250 meter dan panjang total mencapai 513 meter.
Akhirnya, ada jembatan pendekat i-girder sepanjang 850 meter yang berada di sisi Wajok Hilir.
Simbolisme yang Memukau
Jembatan Kapuas 3 tidak hanya sebuah infrastruktur biasa. Ia juga memuat makna dan simbolisme yang mendalam.
Baca Juga: Telan Dana Rp 15,6 M, Islamic Center Lampung Tengah Ini Justru Mangkrak dan Malah Rugi, Kok Bisa?
Ketika memasuki area jembatan dari arah Desa Jeruju, kita akan melihat patung kepala naga di sisi kiri dan kanan jembatan.
Naga ini mewakili suku Tionghoa dan memiliki makna selamat datang dan penutup jalan, melambangkan kekuasaan, kebaikan, dan keberuntungan.
Di sisi lain, terdapat motif corak insang dan segitiga selembayung yang mewakili suku Melayu.
Corak insang menggambarkan alat penghidupan bagi ikan dan memiliki makna nafas hidup serta gerak.
Baca Juga: Serius Tangani Stunting, Kalimantan Utara Gunakan Dana Desa Sebesar Rp 202,6 M, Bagaimana Hasilnya?
Selembayung melambangkan keserasian dalam kehidupan dan keselamatan bagi manusia.
Pemikat Kapal-Kapal Tertinggi
Jembatan utama cable-stayed dirancang dengan ruang bebas vertikal lebih dari 42 meter.
Hal ini memungkinkan kapal-kapal tertinggi, termasuk kapal Dharma Kartika Tujuh Talawang, untuk melintasi Sungai Kapuas.
Baca Juga: Lika-liku Proyek Rp 189 Miliar di Balikpapan: dari Pembatalan Flyover Hingga Underpass Demi Estetika
Talawang adalah tameng atau perisai pelindung diri khas masyarakat suku Dayak, dengan panjang berkisar antara satu hingga dua meter dan lebar maksimal 50 cm.
Talawang dihiasi dengan ukiran khas Dayak dan memiliki makna sebagai pembangkit semangat, kekuatan, dan pertahanan.
Pemicu Perkembangan Wilayah
Jembatan Kapuas 3 adalah bagian dari rencana tahap dua dari pengembangan Jalan Lingkar Luar Pontianak.
Baca Juga: Digantung Investor, Jembatan Bulan Senilai Rp 12 Triliun di Kalimantan Utara Terancam Mangkrak
Proyek ini diharapkan akan menjadi pemicu perkembangan wilayah di Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah, serta di seluruh Provinsi Kalimantan Barat.
Proyek Jembatan Kapuas ini telah mengadopsi teknologi BIM (Building Information Modeling) dalam perencanaannya.
Hal ini memungkinkan deteksi dini kesalahan desain dan bentrokan antar elemen jembatan, sehingga dapat mengurangi kemungkinan biaya konstruksi yang tidak efisien.
Dengan harapan bahwa jembatan ini akan menjadi lambang kemajuan dan koneksi di Kalimantan Barat, Jembatan Kapuas 3 adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun masa depan yang lebih cerah untuk daerah ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi