

inNalar.com – Jembatan Gantung Sepan Kareho adalah suatu kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Barat yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu.
Diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Bapak Basuki Hadimuljono, jembatan ini adalah tonggak penting dalam pemajuan infrastruktur dan ketersediaan akses yang lebih baik bagi penduduk setempat.
Kepala Adat Suku Punan Krio, salah satu suku asli di daerah ini, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bapak Bupati dan Menteri PUPR atas pembangunan Jembatan Gantung Sepan Kareho.
Menurutnya, jembatan ini telah sangat membantu mempermudah akses jalan bagi komunitas mereka.
Hal ini juga tercermin dalam ungkapan terima kasih yang disampaikan oleh warga desa sekitar, yang merasa sangat terbantu dengan adanya jembatan gantung ini.
Peresmian jembatan ini diwarnai dengan penandatanganan oleh Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono di atas batu peresmian.
Masyarakat Kapuas Hulu, tempat jembatan ini berada, memberikan sajian budaya yang memukau, termasuk tarian tradisional dan seni lainnya.
Bapak Basuki Hadimuljono merasa bersyukur atas kesempatan meresmikan jembatan ini, mengingat pada tahun sebelumnya, ia bersama rekan-rekannya harus melewati tempat tersebut dengan menggunakan perahu.
Dalam sambutannya, Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengungkapkan pentingnya pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat.
Ini mencakup pembangunan jembatan untuk menghubungkan antar desa, sistem air minum, dan perbaikan rumah yang tidak layak huni.
Ia berkomitmen untuk terus mendukung proyek-proyek semacam ini yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Disampaikan oleh wakil rakyat yang juga mengingatkan pentingnya menjaga jembatan ini dengan baik.
Dalam masa penggunaannya, jika ada komponen jembatan yang perlu diperbaiki, hal tersebut harus segera diatasi.
Hal ini penting agar jembatan ini memiliki umur yang panjang dan aman digunakan oleh semua orang.
Jembatan Gantung Sepan Kareho memiliki panjang 110 meter dan, dalam keadaan darurat, bisa dilewati oleh mobil.
Namun, penggunaan mobil di jembatan ini sangat dibatasi, dan sebaiknya hanya digunakan oleh pejalan kaki dan sepeda motor. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan jembatan ini.
Jembatan Gantung Sepan Kareho bukan hanya sebuah infrastruktur fisik. Ia juga adalah simbol kemajuan dan keterhubungan bagi masyarakat di ujung timur Pulau Kalimantan Barat.
Semoga dengan adanya jembatan ini, daerah ini akan semakin mendapatkan perhatian dan pembangunan yang lebih baik di masa depan.***