

inNalar.com – Provinsi Kalimantan Selatan memiliki bendungan besar yang baru diresmikan Presiden Jokowi pada 2021 lalu.
Bendungan terbesar di Kalimantan Selatan ini berada di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin.
Bendungan terbesar yang diresmikan pada 18 Februari 2021 tersebut diberi bernama Bendungan Tapin.
Baca Juga: Lionel Messi Gagal Cetak Gol untuk Inter Miami, Netizen Malah Salfok ke Selena Gomez, Kok Bisa?
Dikutip dari laman pu.go.id, Bendungan Tapin disebut sebagai bendungan multifungsi di Kalimantan Selatan.
Bendungan Tapin telah dibangun sejak akhir 2015 dan selesai pada akhir tahun 2020 lalu.
Presiden Jokowi mengatakan Bendungan Tapin berperan penting dalam pengendalian banjir di Kalimantan Selatan.
Bendungan ini mempunyai kapasitas relatif besar yaitu 56,7 juta meter kubik yang dinilai mampu mengairi area seluas 5.472 hektar.
Bendungan Tapin berfungsi untuk mengatasi banjir di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.
Bendungan ini sendiri memiliki luas 425 hektare dan mampu meredam banjir sebesar 107 meter kubik per detik.
Baca Juga: Profil Bey Machmudin, Pj Gubernur Jawa Barat Baru Menggantikan Ridwan Kamil, Satu Almamater?
Selain itu, bendungan yang disebut-sebut multifungsi ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata.
Panorama Bendungan Tapin yang begitu indah patut dikembangkan sebagai objek wisata di Kalimantan Selatan.
Bendungan Tapin dibangun dengan gaya tumpukan batu pada kawasan inti dengan akses jalan dan jalan lingkar menuju bendungan, kantor pengelola, rumah dinas, tempat ibadah, toilet, genset, dan stasiun pengamatan.
Dengan adanya bendungan ini selain berfungsi sebagai konservasi air dan sistem pengendalian banjir juga dapat menambah pendapatan masyarakat sekitar melalui keberadaan tempat wisata.
Bendungan Tapin juga diharapkan mampu menyuplai air baku ke Rantau dan sekitarnya sebanyak 500 liter per detik, menghemat air, dan pembangkit listrik tenaga air sebesar 3,30 MW.
Pembangunan bendungan ini menghabiskan anggaran negara Rp 986 miliar dengan kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT Waskita Karya.
Selain sebagai penampungan air dan pencegah banjir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga ingin Bendungan Tapin bisa dimanfaatkan untuk pariwisata.
Sebab ada potensi yang bisa dijadikan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat untuk hiburan dikala waktu senggang.
Tak hanya itu, pemerintah juga sudah menyiapkan taman budaya yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berkesenian.
Diharapkan taman budaya dan pariwisata di Bendungan Tapin bisa berkembang pesat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi