Inilah 5 Kesenian Banten yang Masih Dilestarikan dan Tetap Bertahan Hingga Saat ini!

inNalar.com – Kota Banten memiliki banyak hal menarik untuk dijelajahi, termasuk banyaknya tradisi berbeda yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Sebenarnya, banyak sekali kesenian Banten yang menarik untuk diketahui.

Apalagi berbagai kesenian yang diketahui masih terus dilestarikan hingga saat ini. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan masyarakat Banten terhadap tradisi leluhurnya.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Bidar Asal Palembang, Tradisi untuk Memperingati Hari Ulang Tahun Ratu Belanda

Berikut beberapa kesenian khas Banten yang masih dilestarikan hingga saat ini:

1. Debus Surosowan

Debus Surosowan merupakan salah satu kesenian terpopuler di Banten. Tak hanya dikalangan masyarakat, kesenian ini juga dikenal hingga ke seluruh nusantara.

Debus adalah atraksi yang menampilkan kekebalan tubuh yang dibuat dengan menggunakan benda tajam, seperti parang, paku, air keras dan lain-lain.

Pada zaman dahulu diketahui para ulama setempat menggunakan Debus sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Ekstrem di Papua ‘Iki Palek’ dengan Memotong Ruas Jari Sebagai Bentuk Rasa Duka

2. Rudat

Kesenian rudat merupakan kebudayaan tradisional yang tumbuh kembangnya subur di lingkungan pesantren.

Kesenian Rudat adalah seni gerak dan nyanyian yang diiringi irama waditra lebah, sejenis terebang.

Liriknya mengandung semangat keagamaan yaitu puji-pujian dan doa mengagungkan Allah dan Rasul-Nya.

Baca Juga: Termasuk Lompat Batu, 7 Tradisi Unik Ini Cuma Ada di Sumatera Utara, Wajib Dilestarikan Sebagai Budaya!

3. Seni Musik Calung

Pada dasarnya calung juga merupakan alat musik tradisional Banten yang terbuat dari bambu hitam. Calung dikembangkan dari angklung yang merupakan ciri khas Jawa Barat.

Salah satu perbedaannya adalah cara memainkan calung adalah dengan memukulnya, sedangkan untuk angklung adalah dengan membenturkannya pada permukaan angklung.

4. Seni Terbang Gede

Seni Terbang Gede merupakan seni tari tradisional dan salah satu cara penghormatan terhadap agama Islam di Banten.

Tari terbang juga sering dipentaskan pada acara-acara besar Islam seperti Maulid Nabi, Rajaban dan sebagainya.

Nama terbang gede berasal dari alat musik yang dimainkan oleh para penari tersebut.

5. Wayang Golek

Seni wayang ini tidak hanya ditemukan di Jawa Barat saja, namun di Banten juga terdapat pertunjukan seni atau teater wayang golek dan sering diadakan.

Sama seperti pertunjukan wayang pada umumnya, teater wayang golek menampilkan lakon caragan atau galur yang terinspirasi dari cerita Mahabarata dan Ramayana.

Namun alur lakonnya kerap diambil dari kisah penyebaran Islam di Pulau Jawa, khususnya Banten.***

Rekomendasi