

InNalar.com – Perkara iman adalah perkara yang amat sangat penting dalam agama Islam.
Keimanan seseorang menjadi patokan kebahagiaan kehidupan di dunia dan akhirat. Iman menjadi bekal dan menjadi tujuan hidup seorang muslim.
Dalam bahasa arab iman artinya adalah membenarkan, meyakini dan ketenangan. Keadaan iman seseorang bisa naik, bisa juga turun.
Iman dimiliki oleh hamba-hamba yang mempunyai keyakinan kepada Allah Swt, seberapa kuat keyakinan mereka terhadap Allah, maka semakin tinggi pula lah keimanan mereka.
Allah Swt berfirman, dalam surah al-Fath ayat 4, :
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Di zaman yang serba digital ini, semua kebutuhan dapat diakses dengan sangat mudahnya.
Iman begitu mudahnya untuk berbalik, dampak itu begitu terasa kepada anak muda yang masih sangat labil.
Dilansir dari kanal youtube al-Bahjah Tv, Buya Yahya memberikan wejangan kepada anak muda tentang bagaimana cara meningkatkan keimanan anak muda yang syarat akan syahwat.
Beliau membagi syahwat itu ke dalam dua golongan, dan memberikan pula cara untuk melawannya.
Syahwat yang datang tiba-tiba begitu mudah untuk ditaklukan, jika kita terbiasa untuk berpuasa.
Baca Juga: Ampuh Membuka Pintu Rezeki! Ini 7 Manfaat Sholat Dhuha Bagi Kehidupan Seorang Muslim
Menurut buya yahya jika syahwat ini datang, maka segeralah untuk berwudhu dan melakukan ibadah. Hal tersebut merupakan cara jitu untuk menaklukan syahwat.
Jika kita merasa sudah melakukan puasa, dan ibadah-ibadah lainnya. Namun, gejolak syahwat tidak kunjung bisa kita kendalikan.
Maka, seseorang itulah yang sebetulnya mendatangkan syahwat. Sulit untuk menjaga pandangannya terhadap sesuatu yang dilarang, baik digital maupun secara langsung.
Oleh sebab itu, gejolak syahwat tak kunjung bisa dikendalikan. Cara yang paling ampuh untuk mengatasinya adalah kita harus senantiasa menjaga pandangan dari hal-hal yang bisa memicu syahwat datang.
Lebih jauh lagi, Rasulullah Saw bersabda, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud Ra.
Baca Juga: Ini Dia Tips Agar Sholat Khusyu: Ibadah Makin Nikmat, Mulai dari Wudhu Hingga Fikiran
“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara, siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits ini dapat disimpulkan bahwa, banyaknya kaum muslimin yang terjerembab imannya karena menuruti syahwatnya.
Dalam konteks hadits itu tersurat kata yang sangat jelas, bahwa pemuda berpotensi lebih tinggi terjerambab imannya karena syahwat.
Maka dari itu, Nabi Saw memerintahkan untuk bersegera dalam menikah. Jika tidak mampu, maka laksanakanlah puasa dan tundukkanlah pandangan.
Insya Allah, Allah akan selalu bersama hamba-hambanya yang berserah diri. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi