

inNalar.com – Dalam dunia kerja kecerdasan seseorang akan menjadi pondasi dasar dalam memenangkan ketatnya persaingan antar rekan kerja.
Namun faktanya, bukan kecerdasan secara akademik (IQ) yang menjadi pertimbangan, melainkan kecerdasan Emosional (EQ).
Kecerdasan Emosional (EQ) merujuk pada kapasitas untuk memahami dan mengendalikan emosi diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga: Sindrom Baby Blues Bisa Serang Mental Ibu, Ini Peran Suami yang Harus Dilakukan
Di dunia pekerjaan, kaitannya dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja.
Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional cenderung dapat mengatur amarah, kecemasan, dan dapat memikul tanggung jawab terhadap emosi orang lain.
Dengan kata lain, seseorang tersebut dapat menangani hubungan interpersonal dua arah dengan empati dan mencapi tujuan profesional dengan lebih efektif.
Hal ini sangat penting dan funndamental kaitannya menjaga atmosfer di lingkungan kerja tetap stabil dan kondusif.
Selain itu, EQ dapat membantu dalam memahami komunikasi nonverbal antar sesama rekan kerja.
Apabila terdapat suatu emosi yang timbul pada rekan kantor dapat memahami dan mencegah suasana negatif yang mungkin bisa terjadi.
Kemudian, EQ ini dapat meningkatkan kesadaran diri akan emosi pribadi sehingga dapat menyelesaikannya dengan efektif.
Dengan demikian akan merujuk pada potensi meningkatkan efisiensi energi.
Baca Juga: 7 Ciri-ciri yang Menandakan Kamu Mempunyai IQ Tinggi, Salah Satunya adalah Memilki Hewan Peliharaan
Ketika berhasil melakukan pengendalian emosi yang benar, akan berdampak baik dan menguntungkan untuk karir dimasa depan.
Hal ini dapat terjadi ketika kecerdasan emosional telah terasah. Terlihat dari perkembangan pengelolaan emosi akan secara aktif menunjukkan kesabaran, keterampilan mendengarkan yang kuat, dan positivisme.
Hal tersebut yang kemudian berubah menjadi keterampilan dalam berinteraksi sosial dengan banyak relasi***