

inNalar.com – Indonesia hanya memiliki dua jembatan kereta bertipe cincin. Dua jembatan tersebut berada di Lampung dan Jawa Barat.
Jembatan bertipe cincin yang ada di Lampung berada di Garuntang, Kec. Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.
Sedangkan jembatan bertipe cincin yang ada di Jawa Barat terletak di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Jawa Barat.
Jembatan bertipe cincin yang ada di Lampung ini sudah berumur sangat tua.
Jembatan ini dibangun pada saat penjajah Belanda datang ke Indonesia.
Jembatan diperkirakan dibangun di tahun-tahun awal Belanda datang ke Lampung dan memiliki umur yang lebih tua dari Stasiun Tanjung Karang.
Baca Juga: Hanya Dihuni 31 KK, Inilah Desa Unik Terpencil yang Terdapat di Kalimantan Selatan
Stasiun Tanjung Karang sendiri adalah stasiun yang dibangun pada tahun 1914.
Bentuk kaki dari jembatan ini menjulang tinggi dan kokoh dengan lengkungan yang berjejer satu sama lain.
Jembatan ini memiliki panjang sekitar 160 meter dengan ketinggian sekitar 80 meter.
Meskipun umurnya sudah sangat tua, namun, jembatan ini masih aktif beroperasi sampai sekarang.
Jembatan ini setiap harinya dilalui oleh kereta api rangkaian panjang atau Babaranjang.
Babaranjang biasanya datang dari arah Teluk Betung, Banda Lampung menuju Kertapati, Palembang atau sebaliknya.
Selain menjadi jalur kereta api yang masih aktif, jembatan bertipe cincin ini juga sering dilintasi oleh anak-anak yang akan pergi ke sekolah.
Selain anak-anak, jembatan ini juga sering dilalui oleh para warga yang ingin pergi ke tempat lain.
Bagian atas jembatan bertipe cincin ini tidak hanya ada rel kereta.
Terdapat juga jalan kecil di sebelah kanan dan kiri yang bisa dilalui oleh sepeda motor atau sepeda.
Nama dari jembatan bertipe cincin satu-satunya di Lampung ini adalah Jembatan Garuntang.
Saat ini, Jembatan Garuntang menjadi jembatan bertipe cincin satu-satunya yang aktif di Indonesia.
Hal tersebut karena jembatan bertipe cincin yang ada di Sumedang, Jawa Barat sudah tidak beroperasi sejak tahun 1942.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi