Total 438 Menara dengan Tegangan 150 kV, Proyek Interkoneksi Kalteng-Kalbar Akan Rampung Tahun 2024?

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur kelistrikan terus menjadi prioritas untuk memastikan pasokan listrik yang andal dan berkualitas.

Pemerintah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) turut membangun proyek prioritas termasuk menara PLN.

Salah satu proyek terbaru yang tengah dilakukan adalah pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang akan menghubungkan Kalteng dan Kalbar, dengan melewati sungai Jelai di Kabupaten Sukamara.

Baca Juga: Luasnya 230 Ha, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Sempat Rusak Sekarang Jadi yang Terbesar di Aceh

Proyek interkoneksi ini terdiri dari total 438 menara, dengan 414 menara berlokasi di Kabupaten Ketapang dan 24 menara lainnya berada di Kabupaten Sukamara.

Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan kehandalan dan ketersediaan listrik di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Menurut Faruq, Senior Manager Perizinan Pertahanan dan Komunikasi dari PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Barat (UIP KBB), proyek interkoneksi ini akan memungkinkan evakuasi daya listrik antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Baca Juga: Sebut Anak Magang Sebagai Babu, Tiktoker Probolinggo Disorot: Kagak Ngape Dikatain Babu Mah Kan Kita Jujur

Dengan demikian, kedua provinsi tersebut akan mendapatkan pasokan listrik yang lebih baik dan dapat diandalkan.

Untuk mempercepat proses pembangunan, PLN bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas empat Sukamara serta Distrik Navigasi Kelas Dua Banjarmasin.

Karyanto Kristo, Kasi Operasi Distrik Navigasi Kelas Dua Banjarmasin, mengungkapkan bahwa survei untuk lokasi menara ini telah berhasil dilakukan dengan lancar, berkat cuaca yang mendukung dan keselamatan tim selama kegiatan survei.

Baca Juga: Nilai Kontrak Capai Rp1,7 M, Proyek Terminal di Lampung ini Malah Mangkrak, Kejari Mesuji Punya Dugaan ini

Selain itu, Yekti Wisaptoyo, petugas lalu lintas angkutan laut dan usaha ke pelabuhan di KSOP Sukamara, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan PLN dalam pengawasan konstruksi menara SUTT.

Hal ini khususnya penting dalam menjaga keamanan alur pelayaran di sungai Jelai, Kabupaten Sukamara.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Evy Haryadi, memastikan bahwa rencana interkoneksi sistem kelistrikan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, melalui jalur SUTT Sukamara-Kendawangan, diharapkan akan selesai pada tahun 2024.

Baca Juga: Keluarkan Dana Rp 278 M dari SBSN, Jembatan Sei Alalak Kalimantan Selatan Jadi Ikon Baru di Kota Seribu Sungai

Progress pembangunan gardu induk di Sukamara telah mencapai 93 persen dan dijadwalkan akan selesai pada Februari 2023.

Sementara itu, jaringan transmisi Kendawangan-Sukamara saat ini telah mencapai 28 persen.

Pembangunan proyek SUTT ini adalah langkah penting dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Direncanakan Sejak Tahun 2016, Bandara di Kalimantan Barat ini Habiskan Dana Rp 160 Miliar, Bukan dari APBN?

Semoga proyek ini dapat berjalan lancar dan berkontribusi positif bagi kedua provinsi dan Indonesia pada umumnya.***

 

 

Rekomendasi