

inNalar.com – Tiap-tiap bendungan di Indonesia ini pastinya memiliki nama yang berbeda-beda.
Contohnya saja bendungan di Provinsi Sumatera Utara satu ini.
Bendungan di Sumatera Utara namanya unik dan sekilas mirip dengan penyebutan hewan kura-kura.
Baca Juga: Mengungkap Misteri Kampung Unik yang Hanya Dihuni 9 Kepala Keluarga, Ternyata di Sini Lokasinya
Bendungan satu ini berada 23,3 km dari hulu Sungai Asahan (Danau Toba).
Lebih tepatnya, bendungan ini berada di Desa Paritohan, Kab. Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara.
Bendungan satu ini memiliki tinggi sekitar 46 meter dengan jenis strukturnya Beton Gravity.
Baca Juga: Pembangunan Mencapai Rp 2.2 Triliun, Kisah Pria Bangun Hotel dari Hasil Kuras Tinja, Kok Bisa?
Selain itu, bendungan ini juga memiliki volume air hingga 6.140.000 meter kubik.
Bendungan ini dibangun pada tahun 1978 dan selesai pada tahun 1981.
Pembangunan bendungan ini dilakukan oleh Pemerintah Jepang dengan tujuan tertentu.
Baca Juga: Profil Putri Ariani yang Dapat Standing Ovation pada Semifinal America’s Got Talent 2023
Tujuan tersebut adalah untuk digunakan sebagai pembangkit listrik pabrik Aluminium.
Bendungan ini dapat menghasilkan tenaga listrik hingga 206 megawatt.
Setiap tahunnya, tenaga listrik yang dihasilkan dari bendungan ini sekitar 1.868 gwh.
Namun, berbeda dengan bendungan lainnya, lokasi pembangkit listrik bendungan ini tidak ada di atas tanah.
Sebaliknya, lokasi pembangkit listriknya berada 200 meter di bawah tanah.
Saat ini, pemilik dari bendungan ini adalah PT Indonesian Asahan Aluminum (INALUM).
Sedangkan nama dari bendungan ini adalah Bendungan Sigura-gura.
Bendungan Sigura-gura ini tidak dibuka untuk umum.
Sebaliknya, bendungan ini menerima kunjungan study tour dari sekolah atau universitas.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi