

inNalar.com – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Nunukan dengan Sebatik di Kalimantan Utara sudah direncanakan.
Akan tetapi, ada alasan mengapa pembangunan jembatan penghubung dua pulau di Kalimantan Utara ini masih belum dilaksanakan.
Padahal, negara tetangga yaitu Malaysia sudah berusaha untuk curi start membangun infrastruktur jembatan di wilayah yang menjadi perebutan dua negara itu.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, pembangunan jembatan dari Nunukan menuju Sebatik memang menjadi wacana dari pemerintah setempat.
Gagasan ini muncul akibat Sebatik dinilai sebagai pulau terluar Kalimantan Utara yang memerlukan dukungan untuk meningkatkan ekonominya.
Hal tersebut bisa dilihat dari daerah perbatasan Malaysia di mana pembangunan lebih maju di Pulau Sebatik.
Meski sudah termasuk dalam wacana, rupanya alasan jembatan ini belum terealisasi bukan karena anggaran.
Dikatakan, pemerintah awalnya berencana untuk melakukan pemekaran untuk menjadikan Pulau Sebatik sebagai daerah otonomi baru.
Rencana tersebut sudah dihembuskan bahkan sebelum Kalimantan Utara berdiri, tepatnya sekitar 18 tahun yang lalu.
Baca Juga: Sudah Ada Sejak 1550 Masehi, Masjid Sultan Suriansyah Jadi yang Tertua di Kalimantan Selatan
Namun, pemekaran tidak kunjung dilaksanakan karena dinilai akan menghabiskan banyak anggaran.
Pulau Sebaik dinilai lebih baik bila menjadi kota perdagangan sehingga tidak perlu membuat daerah otonomi baru.
Maka, muncullah pendapat untuk membangun jembatan menuju Sebatik yang bisa ditempuh dari Pulau Nunukan, Kalimantan Utara.
Baca Juga: Adik Bupati Muratara Tewas Dibacok Jelang Pilkades, Unsur Kekecewaan Jadi Motif Kedua Pelaku?
Dengan begitu, anggaran yang diperlukan bisa lebih hemat dibandingkan prioritas untuk melakukan pemekaran.
Akan tetapi, rupanya wacana ini tidak hanya dilontarkan oleh pihak Indonesia, melainkan juga Malaysia.
Pembangunan jembatan di dekat perbatasan Kalimantan Utara akan didukung dengan adanya PLBN dan pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Jadwal Laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Anak Asuh Shin Tae-yong Siap?
Selain itu, jembatan menuju Sebatik juga telah direncanakan oleh pihak Malaysia di mana akan dibangun untuk terhubung dari Sei Melayu.
Meski sudah ‘mencuri start’, rupanya rencana ini tidak menghalangi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara, terutama Pulau Sebatik.
Pasalnya, pembangunan jembatan dari Tawau ke Sebatik juga dinilai akan menguntungkan pihak Indonesia, terutama perbatasan Kalimantan Utara.***