Kucurkan Rp 44 Miliar, Proyek Jembatan Coastal Road Kalimantan Timur Dilanjutkan Usai Mangkrak 7 Tahun

inNalar.com – Proyek pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Nenang Besar dan Sungai Nenang Kecil di Kalimantan Timur rupanya telah mangkrak selama 7 tahun.

Jembatan tersebut dibangun menjadi salah satu bagian dari Coastal Road Kalimantan Timur yang terletak di Kecamatan Penajam.

Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi pengembangan wilayah pesisir pantai di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Nominal Rp 24 Miliar, Pembangunan Jembatan Martapura Kalimantan Selatan Tak Kunjung Selesai, Ada Apa?

Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, pembangunan jembatan oleh PT Idee Murni Pratama Jakarta rupanya sempat memperlihatkan kondisi memprihatinkan.

Jembatan yang belum selesai dibangun sejak tahun 2013 tersebut sempat ambruk karena pergeseran abutment.

Namun, pihak kontraktor tetap bertanggung jawab untuk membangun jembatan, di mana pada akhirnya bangunan utama rampung pada tahun 2016.

Baca Juga: Investasi Lebih Dari Rp 174 T, Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Nilai Investasi Paling Tinggi di Indonesia!

Jembatan ini memiliki panjang 30 meter dengan lebar 25 meter di mana juga memiliki tinggi 7 meter yang dapat dijadikan lalu lintas sungai.

Akan tetapi, konstruksi lanjutan yakni oprit jembatan masih belum selesai dibangun karena terbatas anggaran.

Dikatakan, biaya untuk melanjutkan pembangunan mangkrak ini mencapai Rp 100 miliar, melebihi anggaran jembatan yakni Rp 44 miliar.

Baca Juga: Aliri 55 Ribu Rumah! Gandeng Jepang dan China, Sumatera Selatan Akan Miliki PLTP Kedua, Benarkah?

Padahal, jembatan ini termasuk dalam prioritas pembangunan sebagai program pengembangan wilayah pesisir di Kalimantan Timur.

Untuk daerah coastal road di Penajam Paser Utara sendiri diperkirakan sudah dikucurkan dana sekitar Rp 400 miliar.

Selain karena kurangnya anggaran, rupanya mangkrak pembangunan jembatan juga terhalang oleh pembebasan lahan.

Baca Juga: Adik Bupati Muratara Tewas Dibacok Jelang Pilkades, Unsur Kekecewaan Jadi Motif Kedua Pelaku?

Aktivitas pembangunan jembatan yang mangkrak juga menjadi penghambat nelayan untuk mencari ikan di laut, begitu pula sebaliknya.

Akan tetapi, pembangunan lanjutan orpit jembatan yang mangkrak mulai tahun 2016 tersebut rupanya diupayakan untuk dilanjutkan kembali.

Dengan begitu, jembatan tersebut dapat berfungsi sebagai pendukung pemutaran ekonomi di daerah pesisir Kalimantan Timur.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]