

inNalar.com – Kalimantan Selatan memiliki sebuah mega proyek yang ditargetkan selesai pada 2024.
Mega proyek tersebut bahkan hingga menguras anggaran sebesar Rp 3 triliun.
Anggaran sebesar itu sedianya untuk membangun sebuah jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kabupaten Kotabaru.
Mega proyek jembatan tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak 2014.
Namun karena masalah ketidakjelasan pembiayaan, maka hingga saat ini masih mangkrak.
Padahal, dari Kota Baru hingga Tanbu sudah dibangun kerangka jalan penghubung jembatan tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, mega proyek jembatan tersebut bernama Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan daerah Tanah Bumbu dengan Kotabaru.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Roy Rizali Anwar mengatakan, pembangunan jembatan Pulau Laut akan berlanjut dan ditargetkan selesai tahun 2024.
Sekda Pemprov Kalimantan Selatan bahkan sudah melakukan pertemuan dengan DPRD, Pemkab Kota Baru dan Pemkab Tanah Bumbu.
Melalui pertemuan itu, ada kesepakatan anggaran dari pemerintah provinsi (pemprov) senilai Rp 300 miliar, dari Pemkab Kotabaru dan Tanbu masing-masing senilai Rp 100 miliar.
Meskipun masing-masing pemerintah daerah sudah menggelontorkan banyak anggaran, pembangunan Jembatan Pulau Laut juga membutuhkan pendanaan dari pemerintah pusat.
Pasalnya, Jembatan Pulau Laut merupakan impian masyarakat yang tinggal di kedua daerah tersebut agar meningkatkan distribusi logistik.
Saat itu, pembangunan jembatan Pulau Laut Kotabaru membutuhkan anggaran sebesar Rp 3 triliun dengan kontribusi Pemprov Kalsel sebesar Rp 500 miliar, sedangkan Pemkab Kotabaru dan Tanbu masing-masing Rp 250 miliar.
Sekadar mengingatkan, pengerjaan proyek ini dimulai pada tahun 2015 namun terhenti pada tahun 2017.
Hal itu terjadi karena tidak mendapat usulan dari Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan Raya (KKJTJ).
Pada akhirnya, pemerintah provinsi dan kedua pemerintah kabupaten memutuskan pembiayaan jembatan Pulau Laut.
Desain asli jembatan ini memiliki panjang 3.750 meter dan tinggi 40 meter.
Tipenya adalah kabel stay dengan lebar 24 meter.
Desain asli akan dikaji ulang agar bisa menerima rekomendasi dari KKJTJ.
Tinggi jembatan yang semula 40 meter dikurangi menjadi 30 meter.
Selain itu, rencana anggaran juga dihitung ulang karena harga bahan baku sedang naik.***