

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur jalan tol selalu menjadi salah satu aspek kunci dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
Di Provinsi Kalimantan Barat ada rencana pembangunan ruas jalan tol baru yang akan menghubungkan Pontianak dengan Pelabuhan Kijing.
Hal tersebut merupakan kagar gembira karena bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Ruas jalan tol terbaru ini direncanakan akan dibangun melalui skema kerjasama antara pemerintah dan badan usaha, atau lebih dikenal dengan sebutan Kemitraan Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Rencana proyek Jalan Tol Pontianak – Pelabuhan Kijing ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh, sehingga akan menjadi aset utama Pontianak sebagai pusat administratif pemerintahan.
Pelabuhan Kijing dikenal sebagai salah satu proyek strategis nasional yang telah dikembangkan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan.
Pelabuhan ini juga diprediksi akan menjadi pusat smelter aspal, distribusi minyak sawit mentah (CPO), bauksit, karet, kayu, dan barang konsumen.
Selain itu, pelabuhan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan berbisnis melalui sistem one-stop service bagi para investor.
Jalan tol yang menghubungkan Kota Pontianak dengan Pelabuhan Kijing akan dibagi menjadi dua seksi.
Seksi pertama Pontianak (Batulayang) – Sei Pinyuh dengan panjang sekitar 37,6 Km, sementara seksi kedua adalah Sei Pinyuh – Pelabuhan Kijing dengan panjang sekitar 31,83 Km.
Progres pembangunan sedang berfokus pada penyusunan Feasibility Study yang selesai akhir tahun 2022, dan tahun ini akan dilakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Eka Pria Anas, salah satu anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyampaikan, bahwa progres penyusunan studi kelayakan jalan tol ini saat ini sedang berjalan.
Jika sudah selesai akan dilanjutkan dengan Amdal. Jalan tol di Provinsi Kalimantan Barat yang menghubungkan Pontianak ke Pelabuhan Kijing dapat menjadi bagian rencana pengembangan kawasan industri.
Saat ini, perjalanan antara Pontianak dan Pelabuhan Kijing membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dengan rata-rata kecepatan 40 kilometer per jam melalui jalan nasional yang ada.
Dengan hadirnya jalan tol tersebut, diharapkan waktu tempuh akan dipangkas secara signifikan dan jarak antara kedua daerah yang memiliki potensi besar ini akan semakin pendek.
Hal ini tentu akan membawa dampak positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah Kalimantan Barat secara keseluruhan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi