

inNalar.com – Keberadaan Transportasi Light Rail Transit (LRT) Palembang dapat dikatakan menjadi tonggak sejarah modernisasi baru bagi Indonesia.
Pasalnya, LRT tidak hanya ditemukan di Jakarta saja, melainkan proyek layanan transportasi modern ini juga ada di Kota Palembang.
Moda transportasi LRT di Kota Palembang ini diketahui membentang dari Bandara Sultan Mamud Badaruddin II sampai dengan Stadion Jakabaring.
Proses pembangunan LRT Palembang ini cukup lama, mulai dari 21 Oktober 2015 sampai dengan 30 Juni 2018.
Anggaran yang terserap untuk proyek LRT Palembang ini mencapai Rp10,9 triliun dengan PT Waskita Karya yang menjadi kontraktor pelaksananya.
Meski sempat ada kekhawatiran proyek LRT yang telah menelan dana fantastis ini tidak akan sesukses di Jakarta.
Akan tetapi, akhirnya terobosan baru Pemerintah Pusat berhasil menepis ancaman kegagalan tersebut.
Kekhawatiran akan gagalnya proyek LRT Palembang ini diikuti dengan adanya catatan penurunan jumlah penumpang per harinya saat Pandemi Covid-19 melanda di tahun 2019.
Mulanya, di tahun 2019 tepatnya sebelum pandemi Covid-19 mewabah, jumlah layanan penumpang per harinya bisa mencapai 3.800 per hari.
Kemudian setelah pandemi Covid-19 menyelimuti Kota di Sumatera Selatan ini, jumlah penumpang LRT Palembang hanya 1.200 per hari.
Kelesuan aktivitas ekonomi dan mobilisasi saat pandemi cukup mengancam proyek LRT yang ada di Palembang, Sumatera Selatan.
Namun, atas hasil rapat terbatas digelar di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu 2 November 2022 setelahnya cukup memberikan hasil yang gemilang.
Penambahan rute mobil feeder atau transportasi penumpang menuju stasiun LRT Palembang menjadi kunci keberhasilan proyek ini keluar dari ancaman kegagalan.
Baca Juga: Profil dan Biodata Sukamta Bupati Tanah Laut yang Larang Cak Imin Membuka Acara MTQ Internasional
Pasalnya, para penumpang semakin mudah untuk mengakses stasiun LRT dengan adanya transportasi pengumpan di beberapa titik rute.
Mulanya rute mobil feeder LRT Palembang hanya ada di dua rute, yakni Stasiun Asrama Haji – Sematang Borang dan Stasiun Talang Kelapa – Talang Buruk.
Kemudian ditambahkan 5 rute terbaru yang kian mempermudah jangkauan masyarakat mengakses stasiun Transportasi Light Rail Transit.
Kelima stasiun tersebut meliputi Stasiun LRT Polresta Palembang-Kompleks OPI dan Stasiun LRT RSUD-Sukawinatan.
Lalu, Stasiun LRT Asrama Haji-Talang Betutu, Stasiun LRT DJKA-Terminal Pasar Plaju, dan Kamboja-Bukit Siguntang via Stasiun Demang.
Angkot atau mobil feeder di Kota Palembang Sumatera Selatan pun kini jumlahnya mencapai 58 unit.
Dengan adanya penambahan 5 rute mobil feeder terbaru menuju Stasiun LRT Palembang, kini jumlah penumpang pun meningkat drastis.
Dilansir dari Laman Kemenhub RI, penumpang LRT Palembang kini telah menembus lebih dari 3 juta orang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi