

inNalar.com – Mempelajari alam tanpa merusaknya adalah salah satu manfaat kemajuan teknologi, termasuk manfaat adanya ilmu necrobotic.
Ilmu necrobotic tergolong baru dan berasal dari kata ‘necromancy’ yang berarti praktek berkomunikasi dengan sesuatu yang sudah mati dan ‘robotics’ yang berarti ilmu teknologi yang berhubungan dengan desain, pengoperasian, hingga penerapan dari robot.
Atau bisa diartikan necrobotic merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari dan menggabungkan organisme yang sudah mati dengan robotika. Meskipun istilah ‘necromancy’ hanya berupa khayalan semata atau fiksi namun necrobotic adalah ilmu nyata.
Robot yang dihasilkan dari ilmu ini biasa disebut necrobot. Awal mula ilmu ini mencuat dengan pesatnya di dunia berasal dari terobosan para peneliti di Rice University, Texas, Amerika Serikat.
Para peneliti tersebut berhasil menggerakkan laba-laba yang sudah mati dan membuat fungsi kaki pada laba-laba yang mati itu seperti sedia kala dengan bantuan cairan khusus.
Banyak yang bertanya, mendukung, dan menentang terobosan tersebut dengan alasan sisi moral hingga apa manfaat yang bisa diambil dari proyek ini untuk kehidupan manusia di masa depan.
Keraguan tersebut memang wajar terjadi, karena banyak orang juga menghawatirkan jika teknologi ini disalahgunakan oleh manusia di masa depan untuk melukai manusia atau menghidupkan manusia yang sudah damai setelah meninggal dunia.
Terdapat 3 hal yang akan dibahas untuk menjawab keraguan adanya perkembangan necroboticdi atas.
Pertama , mengenai laba-laba yang mati diubah menjadi robot. Dikutip inNalar.com dari outlookindia.com bahwa anatomi laba-laba dengan manusia atau hewan lainnya berbeda, dimana alat gerak manusia dapat bergerak dengan gerakan otot yang berlawanan seperti trisep dan bisep.
Sedangkan laba-laba tidak seperti itu, mereka hanya memiliki satu otot fleksor yang berfungsi menarik kaki ke dalam. Laba-laba juga menggunakan prosoma sebagai tempat menempelnya kaki dengan tubuhnya.
Prosoma inilah yang mengeluarkan cairan agar laba-laba dapat meluruskan kakinya. Mekanisme gerakan kaki laba-laba ini tidak beda jauh dengan sistem hidrolik.
Jika laba-laba mati maka kakinya tidak dapat diluruskan karena cairan dalam prosoma tadi tidak diproduksi kembali. Oleh ilmuwan cairan tersebut direkayasa dan disuntikkan ke laba-laba sehingga kaki hewan ini bisa digerakkan meskipun dalam kondisi mati.
Alasan dari penggunaan laba-laba sebagai bahan eksperimen juga tidak luput dari fakta bahwa hewan mungil ini bisa membawa beban yang lebih berat daripada tubuhnya, apalagi jenis laba-laba serigala yang mampu membawa beban berat hingga 130% lebih besar dari tubuhnya.
Pada tahun 2023 terdapat sekitar 347 juta metrik ton sampah elektronik di planet bumi.
Para aktivis lingkungan melihat pentingnya mencari cara untuk mengurangi tumpukan sampah limbah teknologi yang ada untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan adanya necrobotic masalah tersebut bisa diselesaikan, yaitu menggunakan bagian dari alam untuk dimanfaatkan kembali dengan sentuhan teknologi robot.
Selain bermanfaat untuk kemajuan peradaban juga dapat mengurangi kerusakan lingkungan karena bahan dasar teknologi yang digunakan dapat terurai kembali ke alam.
Ketiga, sudut pandang moralitas. Para penentang necrobotic mengajukan pertimbangan moralitas bahwa sesuatu yang sudah mati apalagi manusia tidak dapat dihidupkan kembali.
Para Peneliti dari Rice University merespon bahwa pendapat seperti itu tidaklah benar. Salah satu eksperimen necrobotic menggunakan laba-laba yang mati tidaklah sama dengan menghidupkan laba-laba itu kembali.
Pada dasarnya laba-laba yang mati itu tetaplah mati, namun bagian tubuhnya yang berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kelestarian alam dipergunakan untuk membuka eksperimen-eksperimen bermanfaat lainnya.
Selain itu, jika necrobotic disalahkan karena memanfaatkan bagian tubuh organisme yang sudah mati sebagai robot, maka orang pada jaman dahulu lebih dulu melakukan kesalahan seperti itu.
Misalnya menggunakan kulit hewan untuk tas, pakaian, bahan baku obat, hingga pajangan ruangan.
Tantangan necrobotic tidak hanya berhenti pada proses awalnya saja, perjalanan masih panjang masih harus dilalui untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat memadukan alam dan ilmu robot, salah satunya mengawetkan organisme yang akan dijadikan target eksperimen***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi