Menguak Fakta Sejarah 3 Masjid Tertua di Kalimantan Selatan, Benarkah Ada Bekas Kerajaan Demak?

inNalar.com – Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai banyak bangunan masjid yang indah.

Selain bangunannya yang indah, setiap masjid di Kalimantan Selatan mempunyai filosofi tersendiri.

Berdasarkan Kitab Sejarah Masjid di Kalimantan Selatan dan keterkaitan agama dan budaya Banjar, berikut beberapa fakta sejarah dari 3 masjid kuno di Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Kuras Dana Rp112,72 Miliar, Bandara di Berau Kalimantan Timur Ini Megah Bukan Karena Bangunannya, Melainkan…

1. Masjid Sultan Surianyah

Masjid Sultan Surianyah merupakan masjid yang indah dan megah terletak sekitar 500 meter sebelah timur komplek makam Sultan Surianyah, tepatnya di pinggir jalan aliran Sungai Kuin yang masih tersisa dan berperan sebagai transportasi air.

Masjid kuno ini dibangun antara tahun 1525 hingga 1550 M, pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah, raja Banjar pertama yang masuk Islam.

Model tata ruang masjid ini merupakan salinan model tata ruang arsitektur Masjid Agung Demak yang diperkenalkan oleh Khatib Dayyan seiring dengan masuknya agama Islam ke daerah lain.

Baca Juga: Senilai Rp331,56 M, PUPR Lakukan Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang Usai Tanda Tangan Kontrak Proyek

Masjid Sultan Surianyah memiliki tiga aspek utama arsitektur Hindu Jawa yang dipenuhi masjid.

Aspek tersebut antara lain atap meru, ruang suci, dan tiang guru.

Keunikan masjid ini terlihat dari sisi timur gapura saat memasuki teras masjid.

Baca Juga: Habiskan Rp1,3 Triliun, Stadion Termahal Papua Pakai Nama Gubernur, Jadi yang Termegah Kedua se-Indonesia

2. Masjid Jami Banjarmasin

Masjid yang dibangun dari hasil gotong royong masyarakat Banjar ini terletak di Desa Atasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Masjid dengan arsitektur perpaduan banjar dan kolonial, sebagian besar terbuat dari besi atau kayu ulin.

Sepanjang sejarahnya, Masjid Jami Sungai Jinggah yang terkenal ini telah mengalami tiga kali renovasi.

Meski sudah beberapa kali direnovasi, tidak mengubah bentuk asli bangunan.

Nama Masjid Jami sendiri berarti mengumpulkan tempat ibadah berskala besar agar jamaah lebih nyaman dan tak takut tidak kebagian saff ibadah.

Masjid tersebut terus melakukan berbagai inovasi agar menjadi masjid dengan pengelolaan terbaik di Indonesia.

Bangunannya yang unik menyimpan fakta sejarah yang patut untuk dikunjungi.

3. Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Masjid ini terletak di Jl. Jend Sudirman No.1, Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Center, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pembangunan masjid Raya Sabilal Muhtadin erat kaitannya dengan seni dekoratif tradisional Islam, serta gagasan estetika dalam tiga hal.

Pertama, dapat memberikan dan menciptakan rasa ibadah yang lebih mendalam.

Kedua, hiasan-hiasannya serasi dan fungsional sesuai dengan arsitektur masjid.

Terakhir, sebagai ciri atau identitas kekayaan budaya Kalimantan Selatan.

Untuk menunjang kegiatan keislaman, Masjid Raya Sabilal Muhtadin dilengkapi dengan fasilitas pendidikan Islam antara lain perpustakaan umum, sekolah politeknik kedokteran, radio dakwah, lembaga perbankan, pertokoan, koperasi dan fasilitas olah raga lainnya.***

Rekomendasi