Meski Rajin Sholat, Hal Sepele Ini Buat Iman Muslim Perlahan Hilang dari Hati Kata Buya Yahya: AWAS!

Oleh: Zahrotul Muthmainnah

inNalar.com
– Pendakwah Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya memberikan penjelasan tentang penyebab atau tanda- tanda keroposnya iman seorang muslim.

Buya Yahya menjelaskan, apabila muslim senang saat melihat orang lain melakukan kejelekan, padahal orang tersebut adalah umatnya Nabi Muhammad, maka iman kita telah keropos.

Lebih lanjut, Buya Yahya menerangkan, bahwa hal tersebut salah satu akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad.

Baca Juga: Geger! Beli Mobil Avanza Cuma Rp9 Ribu? Buruan Pantengin Flash Sale Mobil Perdana di Shopee Live 9 September

“Barang siapa melihat kejelekan umat Nabi Muhammad, tanpa harus mencari tahu, maka sebagai seorang beriman pastikan bahwa harus sedih. Sedih ketika melihat salah satu umat Nabi Muhammad melakukan kejelekan atau keburukan,” ujarnya.

Buya Yahya lantas memberikan contoh tentang iman seseorang yang keropos karena senang melihat kejelekan orang lain.

“Seandainya ketika salah seorang ustad melihat ustadz lain ‘terpeleset’, kemudian dia senang  bahkan bertepuk tangan dan berkata ‘Syukurin dia jatuh di depan jamaahnya’”, maka hati seorang muslim tersebut busuk.

Baca Juga: Viral! Sejumlah Warga Tangkap Wanita di Sumba Barat Daya NTT, Ternyata Bagian dari Tradisi Kawin Tangkap

Sebagai seorang yang beriman melihat saudara kita terpeleset seharusnya kita sedih. Karena sebagai seorang muslim kita harus punya hati yang penuh kasih sayang.

Buya Yahya menyebut, muslim harus memiliki hati yang penuh kasih sayang, di mana itu dimaksud bagaimana mata kita saat melihat orang yang sedang bermaksiat.

Satu kisah dari Buya, dahulu kala ada imam besar di sebuah kampung yang mendapati kabar, bahwa salah satu warganya melakukan dosa zina.

Baca Juga: Pertama di Blitar Jawa Timur, Pabrik Gula Putih Ini Akhirnya Bangkit Setelah Beberapa Tahun Vakum
 
Kemudian imam besar itu menangis, sang pembawa kabar lantas bertanya:

“Ya Imam kenapa engkau menangis, apakah yang berzina itu anakmu atau saudaramu?”, kemudian Imam itu menjawab:

“Yang aku tau di kampung sana itu semua umat nabi Muhammad, berarti yang berzina itu umat Nabi Muhammad, aku tidak rela ada umat Nabi Muhammad yang berzina” sembari meneteskan air mata.

Baca Juga: Niatnya sih agar Berkesan, Pasangan Ini Malah Jadi Pemicu Kebakaran di Bromo saat Foto Prewed, Bakal di Denda?

Sebagai seorang muslim kita seharusnya meneladani sifat tersebut. Menurut Buya Yahya,muslim harus sedih melihat maksiat dan berlatih untuk tidak tertawa sambil membicarakan perbuatan terlarang.

Hidup enak menurut Buya Yahya itu mudah, dengan menghilangkan penyakit hati seperti itu. Tidak ingin tau dosanya orang dan mudah melupakan kesalahan orang.

Berbeda dengan orang yang hatinya dendam, dengki,benci, apalagi senang bertepuk tangan melihat umatnya nabi Muhammad melakukan kesalahan.

Baca Juga: 3 Ciri Manusia Ini Terkenal Banjir Rezeki dan Sukses Kata Mbah Moen, Salah Satunya Ada di Kamu?

Orang yang beriman saat melihat saudaranya melakukan melakukan maksiat seharusnya sedih dan menangis.

Rekomendasi