

Oleh: Zahrotul Muthmainnah
inNalar.com – Pendakwah Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya memberikan penjelasan tentang penyebab atau tanda- tanda keroposnya iman seorang muslim.
Buya Yahya menjelaskan, apabila muslim senang saat melihat orang lain melakukan kejelekan, padahal orang tersebut adalah umatnya Nabi Muhammad, maka iman kita telah keropos.
Lebih lanjut, Buya Yahya menerangkan, bahwa hal tersebut salah satu akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad.
“Barang siapa melihat kejelekan umat Nabi Muhammad, tanpa harus mencari tahu, maka sebagai seorang beriman pastikan bahwa harus sedih. Sedih ketika melihat salah satu umat Nabi Muhammad melakukan kejelekan atau keburukan,” ujarnya.
Buya Yahya lantas memberikan contoh tentang iman seseorang yang keropos karena senang melihat kejelekan orang lain.
“Seandainya ketika salah seorang ustad melihat ustadz lain ‘terpeleset’, kemudian dia senang bahkan bertepuk tangan dan berkata ‘Syukurin dia jatuh di depan jamaahnya’”, maka hati seorang muslim tersebut busuk.
Sebagai seorang yang beriman melihat saudara kita terpeleset seharusnya kita sedih. Karena sebagai seorang muslim kita harus punya hati yang penuh kasih sayang.
Buya Yahya menyebut, muslim harus memiliki hati yang penuh kasih sayang, di mana itu dimaksud bagaimana mata kita saat melihat orang yang sedang bermaksiat.
Satu kisah dari Buya, dahulu kala ada imam besar di sebuah kampung yang mendapati kabar, bahwa salah satu warganya melakukan dosa zina.
Baca Juga: Pertama di Blitar Jawa Timur, Pabrik Gula Putih Ini Akhirnya Bangkit Setelah Beberapa Tahun Vakum
Kemudian imam besar itu menangis, sang pembawa kabar lantas bertanya:
“Ya Imam kenapa engkau menangis, apakah yang berzina itu anakmu atau saudaramu?”, kemudian Imam itu menjawab:
“Yang aku tau di kampung sana itu semua umat nabi Muhammad, berarti yang berzina itu umat Nabi Muhammad, aku tidak rela ada umat Nabi Muhammad yang berzina” sembari meneteskan air mata.
Sebagai seorang muslim kita seharusnya meneladani sifat tersebut. Menurut Buya Yahya,muslim harus sedih melihat maksiat dan berlatih untuk tidak tertawa sambil membicarakan perbuatan terlarang.
Hidup enak menurut Buya Yahya itu mudah, dengan menghilangkan penyakit hati seperti itu. Tidak ingin tau dosanya orang dan mudah melupakan kesalahan orang.
Berbeda dengan orang yang hatinya dendam, dengki,benci, apalagi senang bertepuk tangan melihat umatnya nabi Muhammad melakukan kesalahan.
Baca Juga: 3 Ciri Manusia Ini Terkenal Banjir Rezeki dan Sukses Kata Mbah Moen, Salah Satunya Ada di Kamu?
Orang yang beriman saat melihat saudaranya melakukan melakukan maksiat seharusnya sedih dan menangis.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi