Telan Anggaran Rp18,3 Triliun, Jalan Tol di Jawa Barat Terbuat dari Styrofoam, Kok Bisa?

InNalar.com – Sebuah jalan tol di Jawa Barat bernama Cisumdawu yang menelan anggaran hingga triliunan rupiah ternyata terbuat dari Styrofoam.

Belum lama ini pemerintah meresmikan jalan tol Cisumdawu yang berada di Jawa Barat.

Jalan tol Cisumdawu ini menghubungkan sejumlah daerah di Jawa Barat yakni Cileunyi, Sumedang dan Dawuan.

Baca Juga: Tak Perlu Jauh-Jauh ke Korea, Kampung Unik di Kalimantan Selatan Warganya Jago Bahasa Korea, Lokasinya…

Melansir dari laman resmi Jabarprov, tol Cisumdawu sendiri telah diresmikan pada 11 Juli 2023 lalu, oleh Presiden RI, Joko Widodo dan Ridwan Kamil saat masih menjadi Gubernur Jawa Barat.

Diresmikannya tol Cisumdawu berhasil menarik atensi masyarakat karena pengerjaannya menghabiskan waktu selama 12 tahun.

Lamanya pengerjaan karena kendala pembebasan lahan yang memakan waktu yang cukup panjang.

Baca Juga: Bendungan Raksasa Bakal Dibangun di IKN, Kalimantan Timur: Kerja Sama dengan Jepang?

Namun tak hanya lamanya pengerjaan, tapi tol Cisumdawu menarik atensi karena pembangunannya yang cukup unik.

Jalan tol Cisumdawu yang menghabiskan biaya anggaran senilai Rp18,3 triliun ini jalurnya terbuat dari Styrofoam.

Menurut informasi tambahan laman resmi PUPR BPJT, teknologi Geofoam EPS diterapkan di tol Cisumdawu.

Baca Juga: Peras APBN Rp34 Miliar, Pembangun Gedung di Kalimantan Selatan Dibatalkan, Ternyata Alasannya….

Sekadar informasi, Geofoam EPS adalah material expanded polystyrene yang berupa balok ringan dan sudah biasa diterapkan dan dijumpai di luar negeri.

Teknologi ini diterapkan karena kelebihannya untuk menangani lapisan tanah yang tidak stabil.

Brawijaya selaku Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat pun memberikan contoh kelebihan teknologi Geofoam EPS.

Yakni Geofoam memiliki beban yang ringan, contohnya berat tanah timbunan adalah 1800 kg/m3, sedangkan berat geofoam hanya 25 kg/m3 saja.

YouTube PUPR BPJT juga menjelaskan bahwa teknologi canggih ini khususnya berada di seksi 5A di desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, guna mengurangi risiko longsor.

Contoh kegunaan lainnya ialah untuk mengurangi beban yang harus ditanggung oleh tanah dengan sangat signifikan.

Selain itu bisa mengurangi dan memperlambat proses penurunan pada tanah dasar dan infrastruktur didalamnya, dan meningkatkan stabilitas tanah.

Untuk lebih lengkapnya berikut manfaat teknologi Geofoam EPS:

-Bisa digunakan untuk kontruksi berat dan memiliki umur pemakaian jangka panjang, tidak oksidasi udara, air maupun elemen alam lainnya.

Tahan dari rayap serta hemat dari segi wkatu dan biaya yang dikeluarkan.

-Balok EPS yang ringan menghemat tenaga kerja dan peralatan di lapangan, mudah dibentuk dan dipasang serta prosesnya tidak tertunda dengan kondisi cuaca.

Selain dipembangunannya menggunakan Geofoam EPS, tol Cisumdawu semakin unik karena adanya twin tunnel yang menjadi ikon dari jalan pintas ini.***

Rekomendasi