Pabrik Baterai Senilai USD 9 Miliar di Sulawesi Selatan Bakal Lahap Kawasan Industri Seluas 3.000 Hektar

inNalar.com – Terdapat rencana pembangunan pabrik baterai di kawasan industri Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Diketahui bahwa pihak yang ingin mendirikan pabrik baterai di kawasan industri Bantaeng, Sulawesi Selatan adalah Inggris.

Pembangunan pabrik baterai oleh Inggris di salah satu daerah Sulawesi Selatan menghabiskan dana yang begitu besar.

Baca Juga: Investasinya Rp 135 Triliun, Inggris Siap Bangun Pabrik Megah di Sulawesi Selatan, Tebak Di mana Tempatnya?

Nilai investasi untuk pembangunan pabrik baterai cell di Sulawesi Selatan diketahui mencapai US$ 9 miliar.

Nilai investasi sebesar US$ 9 miliar untuk pembangunan pabrik baterai di Sulawesi Selatan ini setara dengan Rp 135 Triliun.

Dana atau investasi untuk pembangunan pabrik baterai yang begitu besar tersebut diketahui berasal dari 3 investor sekaligus.

Pabrik baterai yang akan dibangun di kawasan industri Bantaeng diharapkan segera melakukan Groundbreaking pada bulan September ini.

Baca Juga: Kerugian Hingga Miliaran Rupiah, Proyek di Selayar Sulawesi Selatan Bermasalah Hingga Tak Sesuai Substansi!

Pabrik baterai senilai US$ 9 miliar di Sulawesi Selatan ini diketahui dibangun di kawasan industri dengan sumber energi tenaga angin.

Kawasan industri Bantaeng di Sulawesi Selatan yang menjadi lokasi dari pabrik baterai ini luasnya mencapai 3.000 hektar.

Pabrik baterai yang dibangun oleh Inggris di kawasan industri seluas 3.000 hektar ini nantinya akan memiliki kapasitas 20 GigaWatt.

Dibangun di wilayah green energy, pabrik baterai di kawasan industri Bantaeng, Sulawesi Selatan harus mengikuti aturan yang ada.

Baca Juga: Pertambangan di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan Ini Terjadi Kecurangan Hingga Rp 7 M, Disebabkan oleh…

Pabrik baterai yang dibangun di salah satu daerah Sulawesi Selatan ini nantinya juga akan memenuhi permintaan untuk ekspor dan impor.

Diketahui bahwa pemerintah mengharapkan proses pembangunan pabrik baterai senilai US$ 9 miliar segera memiliki progres.

Meskipun demikian, ditekankan pula bahwa segala proses yang dilalui harus sesuai dengan prinsip dan arahan dari presiden Indonesia.

Memang untuk bulan September ini, target utamanya adalah sudah dilakukan Ground Breaking di kawasan industri Bantaeng.***

 

Rekomendasi