Bukan di Arab, Tapi Kampung di Jakarta Timur ini Penghuninya Berwajah Timur Tengah, Kok Bisa?

inNalar.com – Tahukah kamu, wajah-wajah rupawan ala Timur Tengah ternyata bisa kalian jumpai di Indonesia. Kampung unik di Jakarta Timur ini diisi oleh orang Arab yang sejarah kedatangannya menarik untuk dijelajahi.

Perkampungan unik ini tepatnya ada kawasan Condet. Daerah ini memang terkenal dengan sematan Kampung Arab sebab banyak warga Timur Tengah yang tinggal di sana.

Tentu hal ini terjadi bukan tanpa sebab, keberadaan desa bernuansa timteng ini menyimpan fakta sejarah.

Baca Juga: Niat Viralkan Uang Palsu ATM BRI, Pria Sulsel Ini Berujung Minta Maaf ke Netizen Gegara Sebar Berita Hoax

Sejarah Kampung Unik di Condet, Jakarta Timur

Dahulu, orang Arab datang pertama kali di wilayah ini pada awal abad 19. Mereka berdatangan dari sebuah wilayah bernama Pekojan, daerah ini menjadi pusat dari orang-orang Timur Tengah.

Namun, karena lahan yang terbatas dan orang Arab semakin banyak yang berdatangan, mereka memilih mencari tempat baru yakni di daerah Condet.

Baca Juga: Sudah Tahu? Indonesia Pernah Punya Mata Uang Federal, Ternyata Diterbitkan oleh…

Mengapa memilih wilayah Condet? Kawasan di Jakarta Timur ini mereka pilih karena daerahnya yang masih cukup asri dan warga di sana begitu hangat serta ramah.

Tentu tempat itu sangat cocok untuk berdakwah, pikir orang-orang Arab di sana kala itu. Dengan pertimbangan yang matang, mereka pun memutuskan untuk tinggal di kampung Condet.

Pada zaman itu, ada salah satu habib yang begitu terkenal dan berkontribusi untuk kemajuan masyarakat yakni Habib Muchsin bin Muhammad Alatas.

Baca Juga: Bakal Jadi Tambang Emas Terbesar di Gorontalo, Mega Proyek ini Serap Hingga 2.000 Pekerja Lokal

Habib Muchsin datang dengan tujuan menyebarkan agama islam bersama dengan habib lainnya dari Timur Tengah.

Beliau telah meninggal dunia di kampung unik ini tahun 1938. Pada zaman itu, warga di Jakarta Timur ini sering meminta bantuan ke Habib Muchsin berkaitan dengan kesehatan dan wejangan nilai-nilai kehidupan.

Perkawinan silang antara warga turunan Arab pendatang dengan warga pribumi betawi yang membuat warga turunan Arab di sana semakin berkembang.

Dilansir dari Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Humaniora tahun 2018, Masyarakat keturunan Arab di Batavia atau Jakarta telah berasimilasi dan berakulturasi dengan budaya masyarakat setempat.

Akhirnya lahirlah budaya Betawi yang bernuansa islami seperti contohnya kesenian gambus. Saat ini gambus telah melahirkan anak musik yakni marawis.

Baca Juga: Mengenal Uang Testnote, Lembaran yang Dikeluarkan PERURI Ini Bukan untuk Alat Pembayaran Melainkan…

Seni rebana dan tari Zapin pun mulai muncul karena akulturasi budaya ini.

Orang Timur Tengah termasuk Habib Muchsin memiliki keterkaitan dengan Yayasan Al-Hawi. Adanya kompleks makam Al-Hawi menjadi bukti adanya keturunan Arab di wilayah Cililitan, Jakarta Timur ini.

Makam ini letaknya sangat strategis dan mudah diakses sehingga sering menjadi tempat tujuan oleh para peziarah. Hingga sekarang, masih ada masyarakat keturunan Arab tinggal di sana berdampingan dengan orang-orang Betawi asli.

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Ruas KM 83 Tol Cipularang, Korban Jiwa Diidentifikasi Seorang Dosen

Kampung unik ala Timur Tengah ini memang terkenal sebagai salah satu pusat budaya Arab di Jakarta Timur. Bukan hanya karena banyak toko Arab berjejeran, melainkan kampung ini juga menjadi pusat seni tradisional Arab di Jakarta.

Jika Anda ingin menikmati musik, teater, atau tarian ala Timur Tengah, kampung unik ini cocok untuk dikunjungi.***

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]