Terancam Hilang dari Peta, Pulau Terjauh dari Kepulauan Riau ini Dihuni 18 KK, Pilih Tetap Bertahan karena…

inNalar.com – Sebuah pulau mungil yang jarak waktu tempuhnya 2 jam dari pusat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau terancam hilang dari peta Indonesia.

Pulau mungil di seberang daratan Kepulauan Riau ini terancam tenggelam dan menghilang dari peta Indonesia sebab mengalami abrasi menahun di wilayahnya.

Wilayah terjauh dari Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau tersebut bernama Pulau Mensemut.

Baca Juga: Jembantan Bengkalis-Sei Pakning Riau akan Segera Dibangun? Ternyata Begini Rencananya

Oleh karena letak geografis Pulau Mensemut ini berbatasan dengan laut lepas yang bagian timurnya menembus Kalimantan dan selatannya pun menembus Bangka Belitung.

Ombak dan gelombang laut di sekitar Pulau Mensemut cukup besar, sehingga setiap tahunnya tepian garis pantai pulau tersebut semakin terkikis sebab adanya abrasi.

Pada dasarnya, Pemerintah Kabupaten Lingga telah mengimbau penghuni pulau terpencil ini untuk pindah ke wilayah lainnya.

Salah satu pulau relokasi yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau adalah Pulau Hantu.

Baca Juga: Menyusul Polusi di Jakarta, Kini Jerebu Pencemaran Udara Mulai Menyapa Warga Pekanbaru Riau!

Mengingat pulau terkecil di Kepulauan Riau ini dinilai semakin tidak layak huni, maka barangkali Pulau Hantu dapat menjadi solusi keberlanjutan bagi 18 kepala keluarga tersebut.

Salah satu alasan terbesar masyarakat Pulau Mensemut enggan untuk direlokasi ke Pulau Hantu adalah kekhawatiran para penduduknya tentang sumber penghasilan mereka yang bergatung pada hasil melaut.

Diketahui perairan di sekitar Pulau Mensemut ini memang terkenal memiliki sumber ikan yang sangat melimpah.

Bahkan, nelayan Pulau Hantu pun memilih untuk melaut di sekitaran Pulau Mensemut.

Baca Juga: Dibangun Tahun 2024! Akhirnya Simpang Panam Pekanbaru Akan Dibangun Flyover, Jalur Pembantu Tol Sumbar-Riau?

Itulah mengapa sebagian besar kehidupan penduduk pulau terjauh dari Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau ini berat hati meninggalkan pulau tersebut.

Harapannya, salah satu solusi yang bisa diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga adalah dengan membangun tanggul pemecah ombak.

Diketahui permasalahan abrasi telah melanda Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga sejak tahun 2020.

Kisah masyarakat Pulau Mensemut telah menjadi bagian dari bukti efek perubahan iklim yang kian nyata yang berimplikasi pada permasalahan sosiologis.

Diharapkan ada upaya khusus dari Pemerintah Kabupaten Lingga dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengatasi permasalahan abrasi tersebut.***

Rekomendasi